Minggu, 21 Jun 2026 20:26 WIB

Kantor Pos di Banyuwangi Bakal Jadi Destinasi Wisata Heritage

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono.

jatimnow.com – Kabupaten Banyuwangi akan mengembangkan Kantor Pos Heritage di Indonesia yang berdiri sejak 1870 atau hampir 150 tahun silam, menjadi destinasi wisata sejarah.

Pengembangan tersebut seperti di Kantor Pos Sentral Saigon yang menjadi destinasi wisata favorit di Vietnam.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Pak Gilarsi Wahyu Setijono. Ada kesamaan visi untuk mendukung pengembangan wisata di Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (4/5/2019).

Salah satu potensi wisata sejarah adalah Kantor Pos Banyuwangi yang berdiri sejak 1870 berlokasi di tempat strategis, sekitar 200 meter dari bangunan kantor dagang Inggris yang didirikan sekitar 1766.

"Keduanya begitu sarat nilai sejarah. Bangunannya juga menghadap ke alun-alun kota. Dekat dengan pasar yang menjadi pusat ekonomi warga," katanya.

Kantor Pos tersebut bisa disulap seperti Ho Chi Minh City Central Post Office yang berada di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Kantor Pos Pusat Ho Chi Minh itu dibangun pada 1886, dan kini menjadi destinasi wisata yang saban tahun dikunjungi jutaan turis mancanegara.

"Di Vietnam, ada Kantor Pos yang dijadikan atraksi menarik yang menyedot wisatawan," ujarnya.

Kantor Pos yang ada di Banyuwangi pun bakal dikembalikan kepada bentuk aslinya.

"Semoga ke depan Kantor Pos tidak hanya menjadi tempat pengiriman logistik dan jasa keuangan, tapi juga memiliki nilai tambah pariwisata. Mengingat sejarah Kantor Pos yang telah begitu panjang dan keberadaaannya yang begitu vital dalam perjalanan bangsa Indonesia," jelas Anas.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahju Setijono mengatakan pihaknya mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi yang mengangkat wisata sejarah lewat arsitektur heritage kota.

"Saya kira dengan direvitalisasinya Kantor Pos akan menjadi tempat jujugan wisatawan yang ingin melihat sejarah masa lampau. Ini akan mengembalikan harmoni tujuan awal terbentuknya tata ruang kota. Sangat menarik," katanya.

"Apabila ini sudah berjalan dan mampu menyedot wisatawan, pastinya juga akan menguntungkan secara ekonomi tidak hanya bagi Banyuwangi, tapi juga untuk Kantor Pos," imbuhnya.

Dari kunjungannya ke Banyuwangi, Gilarsi terispirasi untuk mengembangkan hal yang sama kepada kantor pos lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Terutama Kantor Pos dengan nilai sejarah dan budaya lokal yang kuat.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Sekarang ini memang yang terjadi adalah penyeragaman pembangunan Kantor Pos. Kita ingin tidak lagi seperti itu. Beberapa kantor pos yang punya kelekatan budaya tinggi akan kita kembalikan kepada harmoni lokalnya," ujarnya.

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.