Kamis, 11 Jun 2026 05:02 WIB

Diduga Dipukul Pakai Remot dan Panci, Pria ini Tewas

Petugas mengevakuasi jasad korban
Petugas mengevakuasi jasad korban

jatimnow.com - Kematian Achmad Hamzah (52), warga Jalan Cengger Ayam Kavling 26, Lowokwaru, Kota Malang pada Senin (29/4/2019), menyisakah pekerjaan rumah bagi polisi. Sebab muncul dugaan, korban tewas setelah dipukul anaknya menggunakan remot dan panci.

Informasi yang didapat jatimnow.com, korban ditemukan tewas di toilet rumahnya setelah mengaku hendak buang air besar usai bertengkar hebat dengan anak yang terlahir dari istri pertamanya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Kejadian bermula saat korban didatangi anak kandungnya yang bernama Achmad Ramadhani Zyahputra. Sementara di rumah itu, korban tinggal bersama istri keduanya, Luluk Farida Badriati setelah bercerai dengan istri pertamanya.

Emosi Zyahputra tersulut setelah melihat ibu tirinya datang dan bertanya ada maksud apa Zyahputra datang menemui ayahnya itu. Cek cok mulut pun terjadi antara Zyahputra dan ibu ayahnya tersebut.

Luluk pun membela membela suami dengan mencoba melerai anak tirinya tersebut. Namun upaya Luluk gagal, sehingga ia memutuskan untuk berteriak meminta tolong ke tetangga dan petugas keamanan.

Setelah terlibat perselisihan dengan anaknya dan anaknya pulang, korban Hamzah menuju ke toilet untuk buang air besar. Setelah lama tidak keluar, Luluk memanggil-manggil suaminya dan tak kunjung mendapat jawaban.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Karena pintu toilet terkunci dari dalam, Lukuk meminta bantuan tetangganya untuk membuka paksa pintu kamar mandi dan mendapati suaminya sudah tergeletak di dalam kamar mandi.

Petugas keamanan dan tetangga korban langsung mengangkat tubuh korban ke sofa rumahnya. Namun setelah dicek, korban sudah tidak bernafas sehingga langsung dilarikan ke RSUD Saiful Anwar untuk pemeriksaan. Dan benar, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan peristiwa tersebut. Namun, timnya masih memeriksa para saksi termasuk istri kedua korban.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Betul memang itu terjadi. Sementara istri korban habis maghrib tadi melakukan pelaporan di Polres. Saat ini masih dimintai keterangan untuk saksi - saksi," ungkap Komang saat dihubungi jatimnow.com.

Komang dan timnya juga masih menunggu hasil autopsi jenazah korban. Autopsi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Sebab dari hasil pemeriksaan sementara, saat bertengkar dengan anaknya, korban diduga sempat dipukul menggunakan remot dan panci.

"Masih menunggu hasil autopsi. Mohon bersabar," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.