Sabtu, 13 Jun 2026 10:36 WIB

Kreasi Kerajinan Decoupage Mojokerto Tembus Pasar Luar Negeri

Yuyun Widiawati tunjukkan kerajinan decoupage
Yuyun Widiawati tunjukkan kerajinan decoupage

jatimnow.com - Ditangan Yuyun Widiawati, (34) warga Wisma Pungging Permai Blok CD no 12, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, sehelai tisu sangat berharga baginya.

Ya, tisu craft namanya. Tisu bagus dan berwarna ini bisa dibuat kerajinan tangan yang sangat bernilai. Kerajinan tangan ini biasa dikenal dengan nama decoupage.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Decoupage adalah kerajinan tangan dengan menggunakan tisu craft dan menempelkan di media seperti tas, kayu, piring dan gelas. Kerajinan ini berasal dari Perancis.

"Saya mengenal kerajinan decoupage sudah 3 tahun lalu dari mentor saya yang berada di Bandung. Awalnya saya punya usaha catering dan mencoba buat hiasan dari tisu napkin, Alhamdulillah banyak yang suka," kata Yuyun kepada jatimnow.com, Minggu (21/4/2019).

Ibu satu anak ini, mentransfer tisu craft napkin buatan Cina dan Eropa (Ceko) ini di media tas terbuat dari daun pandan, kayu, piring dan gelas. Bahan dan alat yang dipakai buat pengerjaan seperti gunting, lem khusus, cat dan lainnya.

Untuk pengerjaan tas dengan cara decoupage hanya butuh 30 menit dan sospeso (timbul) hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam.

Ia menjelaskan, harga satu lembar tisu Napkin asal Cina dan Ceko sekitar Rp 18 ribu dan satu pak isi 24 tisu. Usai dikerjakan, harga satu tas dijual Rp 250 ribu untuk model yang sospeso (timbul), gelas, piring Rp 175 ribu - Rp 300 ribu dan kayu Rp 400 ribu.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Perempuan asal Malang yang mengadu nasib di Mojokerto sejak 2006 ini, mengaku menjual hasil kerajinan yang dikerjakannya tidak hanya di Indonesia. Yuyun juga menjual kerajinannya hingga ke pasar luar negeri. Terakhir, ia mengirim decoupage dengan media kayu ke Cina.

"Kemarin terakhir saya kirim ke Cina . Salah satu keuntungannya, saya bisa ke luar negeri seperti Taiwan, Singapura, Malaysia, Senin (22/4) besok ke Jepang," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut didukung oleh keluarganya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

"Alhamdulillah hasil ketekunan selama 3 tahun, bisa membeli rumah kost dengan 6 kamar dan dua rumah kontrakan di Pungging," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.