Senin, 15 Jun 2026 10:27 WIB

Petaka Pemandu Wisata Kawah Ijen dan Asuransi Sebatas Mimpi

Aktivitas penambang belerang di Kawah Ijen (foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)
Aktivitas penambang belerang di Kawah Ijen (foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Himpunan Pemandu Khusus Wisata Ijen (HPKWI) mengakui bahwa Hariyan Dedi Santoso alias Bronto (38), pemandu wisata yang tewas di Kawah Ijen adalah anggotanya. Korban disebut sebagai pemandu yang baru lulus magang dan belum memegang asuransi atas profesinya itu.

"Iya, anggota saya. Baru lulus magang periode dua," kata Ketua HPKWI, Slamet, kepada jatimnow.com, Sabtu (20/4/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Slamet menjelaskan, jika HPKWI beranggotakan 105 orang pemandu wisata yang beroperasi di Kawah Ijen. Semuanya memiliki izin resmi, karena HPKWI mitra strategis pengelola wisata Kawah Ijen.

Tapi sayangnya, mereka tidak dilindungi oleh asuransi, meski terbilang sangat rentan dengan resiko tinggi.

"Ini yang sedang saya perjuangkan. Semua anggota saya tidak terlindungi asuransi," ungkapnya.

Baca juga:  

Dia merasa heran, mengapa pemandu wisata di Kawah Ijen tak berasuransi layaknya wisatawan yang berkunjung. Di mana setiap wisatawan yang membeli tiket masuk maka otomatis terlindungi asuransi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Bingung saya," keluhnya.

Meski begitu, Slamet selalu mengimbau kepada anggotanya untuk mengutamakan keselamatan saat mendampingi wisatawan, baik keselamatan diri sendiri maupun wisatawan.

"Selalu saya tekankan kepada rekan-rekan untuk selalu mematuhi SOP keselamatan saat beraktivitas di Kawah Ijen," terangnya.

Musibah yang menimpa pemandu wisata asal Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi itu menjadi duka mendalam bagi HPKWI. Slamet berharap, kejadian serupa tidak lagi menimpa pemandu wisata dan wisatawan di Kawah Ijen.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Kami sedang berduka cita," ungkapnya.

Bronto ditemukan tewas di Kawah Ijen dengan luka melepuh di beberapa bagian tubuh. Ia diduga terjatuh karena terpapar asap belerang saat mengabadikan para wisatawan yang dipandunya dari atas bukit sekitar pukul 04.00-05.00 Wib.

Petaka Bronto itu menjadi cerita betapa berat dan berisikonya pemandu wisata di Kawah Ijen itu, yang hingga saat ini bekerja tanpa asuransi. Karena asuransi bagi mereka, baru sebatas mimpi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.