Minggu, 21 Jun 2026 10:30 WIB

TPS di Banyuwangi ini Tampilkan Kesenian Barong, Warga Rebutan Nyoblos

jatimnow.com - Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 di Dusun Kedaleman RT 01 RW 03, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menyuguhkan kesenian tradisional Barong.

Seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan kostum pemain kesenian barong. Termasuk dua petugas Linmas, memakai kostum Pitik-pitikan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 06, Mega Ayu Imama Wati mengatakan konsep kesenian barong bertujuan untuk menarik partisipasi 256 pemilih menggunakan hak politiknya.

"Di sini kami mengangkat tema tentang Barong karena kami ingin melestarikan adat istiadat yang ada di sini. Serta menurunkan angka golput," kata Mega Ayu, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, kesenian tradisional Barong Kemiren ini sangat digemari oleh masyarakat khususnya di Banyuwangi.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara itu, salah seorang pemilih Mastuki mengaku, tertarik untuk menyalurkan suaranya. Bahkan, Mastuki mengaku juga mengajak anak dan istrinya datang ke TPS.

Awalnya, kata dia, kurang tertarik datang ke TPS dan memilih golput. Namun, ketika tau petugas KPPS lewat pengeras suara, bahwa semua petugas KPPS memakai pakaian barong, Mastuki tertarik untuk mencoblos.

"Karena ini merupakan identitas warga Kemiren, karena asik juga saya ajak anak-istri saya," ujarnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Mega Ayu menjelaskan, kostum yang dikenakan petugas KPPS merupakan karakter beberapa tokoh pada kesenian barong Kemiren. Meliputi, Barong Lancing, Jaranan Buto, Pitik-pitikan, Raja dan Ratu, Eyang Resi, Tandak Janger, dan pelayan.

"Untuk persiapannya sekitar 1 minggu dan menggunakan dana dari swadaya masyarakat," tukasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.