Jumat, 19 Jun 2026 01:10 WIB

Terdampak Tanah Gerak, 15 Rumah di Tulungagung Rusak

Rumah yang ditinggalkan penghuninya
Rumah yang ditinggalkan penghuninya

jatimnow.com - Sebanyak 15 rumah di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung mengalami rusak parah akibat tanah gerak.

Hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu membuat tanah bergeser dan menyebabkan bangunan diatasnya mengalami keretakan. Tiga rumah terpaksa ditinggal mengungsi oleh penghuninya, karena sudah tidak bisa ditempati lagi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Nuri, salah seorang warga mengaku kondisi tanah gerak ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2011 lalu. Namun saat musim kemarau tanah relatif stabil dan tidak bergerak. Meskipun rumah yang dihuninya sudah banyak mengalami keretakan, namun Nuri memilih bertahan.

"Kami tidak mempunyai tempat untuk mengungsi," ujarnya, Kamis (13/03/2019).

Siti Aminah, Sekretaris Desa Tanen menjelaskan berdasarkan pendataan terakhir terdapat 15 belas rumah yang rusak akibat tanah gerak ini. Lima diantaranya mengalami rusak sedang, lima rumah rusak berat dan lima rumah lainnya berpotensi terdampak. Diantara jumlah tersebut tiga rumah sudah dikosongkan oleh pemiliknya. Mereka memilih mengungsi ke rumah salah seorang saudaranya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Yang lain masih memutuskan untuk bertahan meskipun rumahnya retak," tuturnya.

Meskipun kondisi ini sudah terjadi sejak lama, namun belum tampak bantuan dari pihak pemerintah setempat. Masyarakat yang terkena dampak tanah gerak ini sempat ditawarkan untuk dipindahkan dengan mengikuti program transmigrasi. Namun mereka tetap menolak dan memilih untuk tetap bertahan.

"Sempat ditawarkan untuk transmigrasi namun mereka menolak," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.