Kamis, 18 Jun 2026 13:51 WIB

Rambut Dicukur Ngawur, Puluhan Siswa SD di Banyuwangi Alami Trauma

Puluhan siswa SDN 02 Patoman yang dicukur ngawur lapor Polsek Rogojampi
Puluhan siswa SDN 02 Patoman yang dicukur ngawur lapor Polsek Rogojampi

jatimnow.com - Oknum guru yang melakukan tindakan pencukuran rambut secara ngawur terhadap ke 20 siswa SDN 02 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, tidak diskors oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SDN 02 Patoman, Muhammad Badir mengatakan bahwa skorsing tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Pendidikan Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Badir mengaku jika dirinya telah melaporkan oknum guru olahraga itu, Arya Abri Sanjaya, kepada jajaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan tingkat kecamatan hingga Dinas Pendidikan Banyuwangi.

"Dia guru ekstrakurikuler. Kalau dari sekolah ndak ada instruksi mencukur rambut siswa. Terkait ini sudah tahu semua, termasuk Dinas Pendidikan," kata Badir kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Baca juga: Rambut Dicukur Ngawur, Puluhan Siswa SD di Banyuwangi Lapor Polisi

Menurutnya, tindakan oknum guru tersebut dinilai telah mengakibatkan gangguan psikis terhadap siswa SDN 02 Patoman yang dicukur secara ngawur tersebut.

Badir juga membenarkan bahwa murid-murid yang mengikuti ekstrakurikuler dari kelas 3, 4, dan 5 tidak masuk sekolah dalam dua hari ini, Sabtu dan Senin (9-11/3/2019).

"Sabtu kemarin mereka gak masuk. Senin juga gak masuk, mungkin karena diajak orang tuanya ke Polsek," kata Badir.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Salah seorang wali murid, Mustono menilai tindakan Arya telah mengakibatkan gangguan psikis atau trauma terhadap siswa SDN 02 Patoman saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat, Jumat (8/3) lalu.

"Anak kami malu mas, sepulang latihan bela diri itu dia takut pulang dan menangis," ucap Mustono.

Wali murid lainnya, Lilis mengaku melaporkan oknum guru SDN 02 Patoman itu lantaran kepala pada anaknya mengalami luka akibat benda tajam. Atas dasar itu, dirinya melaporkannya kepada Polsek Rogojampi.

"Sebagai wali murid kami tidak terima dan akan kami bawa ke jalur hukum. Apalagi siswa itu ada yang tergores benda tajam," kata Lilis wali murid lainnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Terpisah, guru olahraga SDN 02 Patoman, Arya Abri Sanjaya enggan berkomentar saat ditemui di Koramil Rogojampi. Dia hanya mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat menolak berkomentar.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.