Selasa, 16 Jun 2026 08:11 WIB

Di Balik Berdirinya Pura Pemujaan Leluhur Majapahit di Mojokerto

Pura Sasana Bhina Yoga di Dusun Sumberrejo, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto
Pura Sasana Bhina Yoga di Dusun Sumberrejo, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto

jatimnow.com - Umat Hindu Dharma di Mojokerto telah mendirikan Pura pemujaan untuk para leluhur Majapahit di kawasan Pura Sasana Bhina Yoga, Dusun Sumberrejo, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari. Ada cerita lain dari pembangunan Pura tersebut.

Pura untuk leluhur Majapahit itu telah berdiri sejak tahun 2016 dan dibangun dengan waktu hanya empat bulan dari target enam bulan pekerjaan.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57

"Nama pembangunnya Cero Mangku Putu Sumarta, sedangkan arsitek pura yakni Ngurah Wiranata, keduanya asli Bali. Saat pekerjaan, seperti ada yang membantu pekerjaan, karena target pembangunan selama enam bulan, tapi empat bulan sudah selesai, pekerja kayak gak ada capeknya," kata Pemangku Pura Sasana Bina Yoga, Katiran Yudyanto, Rabu (07/03/2019).

Pada lahan seluasa 29x24 meter itu terdapat empat pura. Empat pura itu antara lain Candi Mandala Utama, Candi Pengrurah Pelinggih untuk Ratu Rurah (menjaga keamanan pura), Pelinggih Pengharuman dan Candi Leluhur Majapahit.

"Kami mendirikan candi pemujaan leluhur Majapahit ini adalah untuk mengenang para leluhur majapahit yang mana Raden Wijaya adalah pendiri dari Kerajaan Majapahit dan Tribuana Tungga Dewi ini adalah putra dari Raden Wijaya yang menjadi raja. Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada yang bisa membawa puncak kejayaan Majapahit," paparnya.

Katiran menambahkan, Pura Sasana Bhina Yoga adalah tempat Raden Wijaya mendapatkan petunjuk untuk mendirikan Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Karena menurut pewisik, Pura Sasana Bhina Yoga dulunya tempat pertemuan atau rapat Raden Wijaya dan Arya Wira Raja dan para resi mendapatkan petunjuk untuk mendirikan Kerajaan Majapahit dari sini," jelasnya.

Pembangunan candi ini sempat menjadi pro dan kontra di kalangan Umat Hindu di Mojokerto.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Pro dan kontra itu pasti ada, karena kurang pemahaman. Pro kontra ini tidak dari umat lain tapi dari sesama umat. Konsepnya tidak boleh lupa, Hindu tidak boleh melupakan leluhur, sebelum kita memuja kepada Tuhan kita harus bakti dulu kepada leluhur," jelasnya.

Di Candi pemujaan leluhur Majapahit ini terdapat patung Tri Buana Tungga Dewi tepatnya di dalam pura. Patung Hayam Wuruk berada di sebelah pinggir, di tengah terdapat sang Raja Raden Wijaya, sedangkan bagian depan patung Gajahmada.

"Kalau ibadah sehari-hari kita langsung ke Mandala Utama. Untuk sesaji kita tetap kasih untuk candi pemujaan leluhur Majapahit. Karena kita ibadah khusus untuk berbakti kepada Tuhan, tapi sebelum kita sembahyang kita memberikan aturan sesaji untuk para leluhur Majapahit. Tapi kita tidak ibadah di candi pemujaan Majapahit," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.