Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 09 Mei 2026 15:09 WIB
jatimnow.com – Padepokan Kosgoro 57 menganugerahkan gelar kehormatan "Ki" kepada tujuh tokoh nasional dalam rangkaian pagelaran wayang kulit dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto. Penganugerahan digelar di tempat yang dipercaya sebagai lokasi Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa.
Penganugerahan gelar kehormatan merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan ekonomi nasional.
Baca Juga: IWAPI Fashion Runway Ciptakan Ekosistem Wastra untuk Lawan Produk Impor
Ketujuh tokoh yang menerima gelar kehormatan tersebut adalah Arsjad Rasjid (Ketua Dewan Pertimbangan Kadin), Dr. M. Fanshurullah Asa (Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia), Mukhtar Tompo (Tokoh Masyarakat Sulawesi Selatan), Izhari Mawardi (Bendahara Umum Persatuan Insinyur Indonesia), Adik Dwi Putranto (Ketua Kadin Jawa Timur), Muhammad Nabil (Ketua KONI Jawa Timur), dan Lutfi Hakim (Tokoh Masyarakat).
Di antara para penerima, Arsjad Rasjid menjadi sorotan sebagai pengusaha nasional, pendiri Sriwijaya Capital yang berperan aktif menggerakkan dunia usaha nasional.
Baca Juga: Khofifah Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta, Refleksi Baru untuk Mengabdi
Dari Jawa Timur, Adik Dwi Putranto yang memimpin Kadin Jawa Timur dan Muhammad Nabil sebagai Ketua KONI Jawa Timur turut hadir mewakili kontribusi tokoh lokal dalam memajukan perekonomian dan dunia olahraga.
Para tokoh lain seperti Mukhtar Tompo dari Sulawesi Selatan, Izhari Mawardi dari Persatuan Insinyur Indonesia, serta Lutfi Hakim juga mendapat penghargaan atas dedikasi mereka dalam pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Candi Jabung, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo
Pagelaran wayang kulit yang digelar Selasa 5 Mei ini menampilkan dalang Ki KRT. Senoaji Singo Munajad dengan lakon Parikesit Jumeneng Ratu yang sarat makna kepemimpinan dan kebijaksanaan. Acara dimeriahkan campursari Krido Budoyo, sinden Nanda Sari, serta Cak Agus Kuprit sebagai wujud pelestarian budaya tradisional Jawa.
Editor : Dadang Kurnia