Rabu, 17 Jun 2026 10:03 WIB

Teknologi Asgard, Bantu Petani Bercocok Tanam di Dalam Ruangan

Automatic Smart Garden
Automatic Smart Garden

jatimnow.com - Sebuah alat untuk pertanian dibuat oleh 40 mahasiswa Teknik Komputer Stikom Surabaya Angkatan 2019. Mereka berkolaborasi membuat alat yang diberi nama Automatic Smart Garden (Asgard) dan dipamerkan dalam pameran bornsister di kampus Stikom, Rabu (6/3/2019).

Geraldhi Aditya Putra Mahayadnya mengatakan karya implementasi teknologi otomasi di sektor pertanian dan perkebunan ini diharapkan dapat membantu petani untuk melakukan cocok tanam di dalam ruangan.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Selain itu mahasiswa juga mendapat pandangan kedepan tentang revolusi industri 4.0 pada sektor tersebut.

"Dengan menggabungkan beberapa sensor yaitu sensor suhu, sensor kelembapan udara, sensor kelembapan tanah dan desain tempat. Menghasilkan alat yang canggih dan tepat bagi orang perkotaan yang tidak memiliki lahan lebih untuk bercocok tanam khususnya tanaman-tanaman dari pegunungan," kata Geraldhi Aditya Putra Mahayadnya.

Pembuatan alat itu caranya cukup mudah yakni dari beberapa sensor tersebut dirakit menjadi satu hingga mampu mengontrol beberapa unsur yang dibutuhkan tanaman.

"Alat itu mampu mengucurkan air, mengontrol kelembaban udara, suhu, dan cahaya yang dibutuhkan tanaman otomatis," katanya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Dengan alat tersebut, tanaman dapat tumbuh tanpa paparan sinar matahari dengan cara menyalakan lampu grow light, dan lampu bohlam.

"Kebutuhan pencahayaan pada tanaman dikontrol sesuai jadwal menggunakan real time clock," ujarnya.

Sistem kerja alat itu, ketika tanahnya tidak stabil, kebutuhan air pada tanaman dibaca melalui sensor kelembaban tanah yang ditanam pada tanah dekat tanaman.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

"Sehingga alat ini dapat mengeluarkan air. Ketika humidifier dinyalakan dapat menyetabilkan kelembapan udara secara otomatis yang dipasang di dinding alat," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.