Minggu, 21 Jun 2026 22:54 WIB

31 Orang Terserang Diare, Diduga Keracunan Air PAM Desa di Banyuwangi

Puskesmas Klatak, Banyuwangi (foto: Istimewa)
Puskesmas Klatak, Banyuwangi (foto: Istimewa)

jatimnow.com - Sebanyak 31 warga mulai dari anak-anak hingga dewasa di Klatakan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi terserang diare. Diduga, diare yang menyerang puluhan warga itu diderita setelah warga mengonsumsi air Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum).

Informasi yang didapat jatimnow.com, warga menderita diare sejak Minggu (24/2/2019) malam kemarin. Warga yang terserang diare berinisiatif berobat ke dokter atau ke rumah sakit, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menanggapi hal itu, Lurah Klatak, Candra Tistyono bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa langsung mendatangi rumah warga yang terserang diare.

"Sudah kewajiban kami untuk segera merespon setiap permasalahan yang menimpa warga," kata Candra dihubungi jatimnow.com melalui sambungan telepon.

Setelah mendatangi beberapa masyarakat, Candra mengaku telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Dan oleh petugas puskesmas langsung direspon dengan mendatangi rumah warga yang belum berobat untuk diberikan perawatan.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Terpisah, Kepala Puskesmas Klatak drg. Zelfia menyatakan, dari hasil kroscek di lapangan ada 31 orang terserang diare. Dari sampel yang diambil petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Klatak, air tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi.

"Disimpulkan hippam-nya tidak layak konsumsi atau tidak memenuhi kriteria air minum sehat," ungkap Zelfia melalui pesan WhatsApp.

Dari 31 pasien yang terserang diare, lanjutnya, saat ini seluruhnya telah tertangani. Sebagian warga masih berstatus rawat jalan.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Selasa (26/2/2019), tambah Zelfia, pihaknya berencana akan turun ke masyarakat memberikan penyuluhan tentang diare dan Sanitasi lingkungan bersama dokter umum.

"Kemudian kami bagikan obat-obatan penanganan pertama diare," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.