Jumat, 12 Jun 2026 15:46 WIB

PT Bumi Suksesindo Normalisasi Sungai Gonggo, ini Respon Warga

Alat berat dari PT BSI melakukan pengerukan di Sungai Gonggo
Alat berat dari PT BSI melakukan pengerukan di Sungai Gonggo

jatimnow.com - PT Bumi Suksesindo (BSI), operator pertambangan mineral di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, mulai melakukan normalisasi Sungai Gonggo sejak Jumat (15/2/2019) lalu.

Normalisasi Sungai Gonggo sebagai upaya penanggulangan banjir yang kerap terjadi di daerah Desa Sumberagung dan Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Proyek ini diharapkan selesai dalam waktu dua bulan ke depan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

PT BSI menurunkan alat beratnya untuk mengeruk sampah dan lumpur (sedimen) yang memenuhi badan sungai. Perwakilan pemerintah dari Desa Pesanggaran, Perhutani, Kepolisian dan warga masyarakat terlihat turut mengawasi jalannya pekerjaan.

Kepala Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran Agus Romadhon mengatakan pengerukan sungai ini sudah lama diharapkan masyarakat. Karena kondisi sungai sudah tidak layak akibat sedimentasi yang sangat parah.

Menurutnya, masyarakat pun antusias membantu kegiatan ini. Bahkan sebagian dari mereka membawakan makanan dan minuman secara swadaya untuk para pekerja.

"Masyarakat lega karena sudah lama mengharapkan (pengerukan sedimen ini)," jelas Agus ditemui di lokasi, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Program ini adalah hasil pembahasan multi pihak yang melibatkan masyarakat, Kepala Desa terkait, Camat, PT BSI dan Perhutani. Dari diskusi bersama ini ada kesepakatan untuk dilakukan kegiatan
normalisasi sungai Gonggo sebagai upaya dalam mengatasi masalah banjir dan pendangkalan sungai.

"PT BSI sangat concern dengan kegiatan ini dan berupaya membantu secara optimal. Sehingga, ke depan potensi banjir bisa diminimalisasi, termasuk dampaknya," terang Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono, saat dihubungi secara terpisah.

Panjang sungai yang akan dikeruk ini diperkirakan sepanjang lima kilometer. Dimulai dari Kaliwatu (muara) Sungai Gonggo di Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran dan berakhir di perbatasan wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mampu menampung debit air yang tinggi saat hujan deras datang.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Semoga program ini bermanfaat untuk masyarakat luas," pungkas Sudarmono.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.