Jumat, 19 Jun 2026 08:58 WIB

Heboh Foto Ibu Hamil Ditandu Melalui Bukit, Warga Dayakan Ponorogo

Foto ibu hamil ditandu yang tersebar di media sosial Facebook
Foto ibu hamil ditandu yang tersebar di media sosial Facebook

jatimnow.com - Foto seorang ibu hamil tua ditandu beberapa orang melintasi jalan perbukitan di Ponorogo, viral dalam beberapa hari terakhir di media sosial (medsos). Setelah ditelusuri, peristiwa itu terjadi di kawasan Glundung, Dusun Watu Agung, Desa Dayakan, Badegan, Ponorogo.

Dari penelusuran jatimnow.com, foto itu diunggah akun Facebook Rudy Langi di Grup Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo pada 18 Februari 2019 lalu. Hingga Rabu (20/2/2019), postingan itu dilike 5.215 akun dan dikomentari 1.254 kali.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Karna jalan sempit dan medan yang sulit, ibu-ibu yang mau melahirkan ini, Minggu kemarin harus ditandu sampe jalan bawah Gess. Dan sampai RSUD, bayine (bayinya) lahir dalam keadaan tak bernyawa. Semoga jalan-jalan di pelosok-pelosok desa segera diperhatikan pemerintah. Watuagung-Dayakan Kecamatan Badegan," tulis akun Rudy Langi itu.

Postingan itu memancing respon negatif sejumlah akun. Seperti akun Facebook Dimas Damar yang berkomentar "Duit Desa buat apa". Akun Annasih berkomentar "Lurahe korupsi". Tapi hingga Rabu (20/2/2019) komentar dalam postingan tersebut telah ditutup.

Sementara, Tumper, Ketua RT 3 kawasan Glundung, Dusun Watu Agung, Desa Dayakan, Badegan, Ponorogo membenarkan bahwa ibu hamil yang ditandu itu merupakan warganya.

"Iya, itu foto warga kami. Namanya Narti umur 22 tahun," jawab Tumper kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Ia menyebutkan, Narti tengah hamil 9 bulan 14 hari. Saat itu Narti ingin melahirkan, tapi karena jalan di kampungnya licin, mobil ambulan tidak berani naik ke rumah Narti.

Namun, perjuangan warga sekitar sia-sia. Karena janin yang dikandung Narti akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Anaknya sudah meninggal dunia waktu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono," tegasnya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Terpisah, Bidan RSUD dr Harjono, Ria Dewi mengatakan bahwa Narti datang dengan keadaan lemas dan bayinya sudah meninggal dunia.

"Sudah meninggal di kandungan. Atau sekitar tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.