Senin, 22 Jun 2026 03:27 WIB

Waspada! Potensi Banjir Mengancam Pasuruan Hingga Maret

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 13 Feb 2019 14:22 WIB
Banjir di Pasuruan
Banjir di Pasuruan

jatimnow.com - Derasnya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan diprediksi BPBD akan berlangsung hingga Maret 2019 mendatang. Pada tahun 2018 lalu, puncak musim hujan terjadi di bulan Mei-Juni.

"Prediksi puncak hujan 2019 ini, pada Februari sekarang dan Maret. Oleh karenanya, kami menghimbau semua masyarakat untuk waspada," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Menurutnya, intensitas hujan ekstrim diperkirakan hanya turun sampai bulan Februari. Untuk bulan Maret, intensitas hujan mulai berangsur menurun, tidak sederas seperti bulan Maret pada tahun sebelumnya.

"Informasi ini akan kami update per 10 hari, berdasarkan data dari BMKG," tambahnya.

Untuk datangnya musim pancaroba, Bhakti memperkirakan terjadi di bulan April dan bulan Mei sudah memasuki awal musim kemarau.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Tapi mudah-mudahan, tidak ada fenomena alam seperti badai el nino. Sehingga tidak merubah perkiraan puncak musim hujan, pancaroba dan awal musim kemarau," ungkapnya.

Pada Selasa (12/2) kemarin malam hingga pagi tadi, sembilan desa yang berada di Kecamatan Rejoso, Grati dan Winongan terendam banjir karena luapan dua sungai besar, yakni sungai Winong dan sungai Rejoso yang diakibatkan tingginya intensitas curah hujan.

"Untuk penanganannya, yang pasti kita stand by peralatan dan personil. Kalau bantuan sifatnya penyelamatan, pertolongan dan evakuasi, sudah kita lakukan. Termasuk penambahan bantuan logistik beras dan mie instan," pungkasnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.