Kamis, 11 Jun 2026 15:04 WIB

Peras Kepala Sekolah, Tiga Oknum Wartawan di Malang Ditangkap

Ketiga pelaku pemerasan ditangkap
Ketiga pelaku pemerasan ditangkap

jatimnow.com - Polres Malang menangkap tiga orang oknum yang mengaku wartawan dan LSM karena melakukan pemerasan.

Ketiga pelaku tersebut adalah M.Sayuti (48) warga RT. 02/04 Sumberkradenan, Yanto (31) warga Dusun Krajan RT 4/1 Desa Asrikaton, dan Ahmad Dahri (40), warga Jalan Tambak asri 01/16 RT 15/06 Morokembangan, Kota Surabaya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan jika ketiga pelaku dari hasil penyelidikan tidak hanya sekali melakukan pemerasan, namun beberapa kali.

"Ketiga pelaku ini kami tangkap usai melakukan pemerasan lembaga pendidikan sekolah dasar di wilayah hukum Polres Malang. Mereka kami jerat dengan pasal 368 tentang pemerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara," katanya, Jumat (8/2/2019).

Untuk pelaku Sayuti, ditangkap lantaran kedapatan menerima uang dari pihak SDN 3 Asrikaton Pakis.

"Sayuti kami tangkap lantaran kedapatan menerima uang di TKP yakni SDN 3 Asrikaton Pakis," ujarnya.

Pihaknya menyatakan ketiganya sempat meminta sejumlah uang kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Asrikaton Pakis.

Dari ketiga pelaku, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta.

Selain itu beberapa kartu identitas PWRI (Persatuan wartawan Republik Indonesia) atas nama Achmad Dahri, kartu pers Seputar Malang atas nama Moch. Suyuti, kartu pers Radar Nasional Kabiro Kota Batu atas nama Moch. Suyuti, dan surat tugas pemantau keuangan negara atas nama Achmad Dahri.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Selain itu polisi juga mengamankan surat tugas pemantau keuangan negara atas nama Yanto, serta barang bukti berupa 3 KTP atas nama para pelaku pemerasan, dan 4 buah handpohone.

"Saat menakut-nakuti korbannya, pelaku ini juga mengaku mendapat tugas sebagai lembaga pemantau keuangan negara. Kami masih melakukan pengembangan kasus ini, karena sebelum ditempat sekolah, infonya pelaku juga melakukannya ditempat lain," ujarnya.

Aksi mereka dengan modus mendatangi sekolah lantaran ada siswanya yang tertusuk gunting. Agar tidak diberitakan, pelaku meminta uang sebesar Rp 7,5 juta.

"Tapi korban tidak memberi uang yang diminta pelaku karena tak punya uang. Namun, pelaku terus mendesak korban akhirnya mau memberikan Rp 2 juta, dan meminta pelaku datang ke sekolah," katanya.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Lindung Malang

Saat datang di sekolah, ketiganya ditangkap oleh polisi. Dalam pengakuannya, ketiga pelaku datang ke sekolah untuk mengajukan proposal.

"Supaya tidak terulang lagi, kami mengimbau pada pihak sekolah, desa-desa, dan masyarakat, jangan takut untuk melapor jika di datangi oknum-oknum seperti ini. Karena ulah mereka sangat meresahkan dan mencederai profesionalitas wartawan itu sendiri," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.