Kamis, 18 Jun 2026 22:29 WIB

Kisah Maulana, Anak Peternak Bebek yang Bercita-cita Jadi Polisi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 29 Mar 2018 10:56 WIB
Bripda Maulana bersama keluarganya usai menjalani Sekolah Polisi Negara (SPN).
Bripda Maulana bersama keluarganya usai menjalani Sekolah Polisi Negara (SPN).

jatimnow.com - Bripda Maulana Tri Candra (20), Bintara Polisi kelahiran 14 Maret 1998 tersebut, memiliki segudang cerita sebelum diterima masuk institusi kepolisian.

Pemuda warga Desa Kerjen Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar tersebut berhasil masuk institusi kepolisian meski orang tuanya hanya seorang peternak bebek.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Menjadi anggota polisi negara, merupakan impian Maulana sejak kecil. Sebelum berhasil masuk Polri, Maulana mengaku sempat mendaftar sebanyak dua kali. Pada pendaftaran pertama tahun 2016, ia gagal pada tahap pantauan akhir (pantukir) daerah.

"Pendaftaran pertama gagal. Kemudian coba lagi di pembukaan berikutnya. Alhamdulillah berhasil masuk. Sejak Senin (26/03/2018) kemarin saya aktif berdinas dan ditempatkan di Mapolres Blitar Kota. Masuk Satsabhara," kata dia di Mapolres Blitar Kota Kamis (29/03/2018).

Bripda Maulana bukan anak konglomerat maupun anak pejabat. Ia adalah anggota polisi yang berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya Indarwanto (53) merupakan seorang peternak bebek petelur yang jumlahnya hanya 500 ekor. Sedangkan ibunya Endang Kalimawati (55) merupakan seorang ibu rumah tangga.

Awalnya dia sempat ragu untuk mendaftar anggota Polisi, karena khawatir biaya untuk mendaftar anggota polisi besar.

Maulana sadar orangtuanya tidak akan sanggup mengeluarkan uang jumlah besar. Tetapi, tekad Maulana mendaftar menjadi anggota polisi sudah bulat.

Baca Juga: Mengenal IPDA Purnomo, Wisudawan Unitomo yang Wakafkan Hidup untuk ODGJ

"Bapak saya selalu bilang, kalau berani ya langsung nekat saja. Kalau sudah nekat ya udah jangan harapkan yang lainnya. Makanya saya niat ingsun daftar polisi waktu itu. Dan Alhamdulillah keterima tanpa uang sepeserpun," terang dia.

Ia mengaku, uang yang dia keluarkan hanya untuk kebutuhan dirinya selama masa seleksi berlangsung. Uang yang dia miliki didapat dari hasil menjual telur bebek dirumahnya. Uang itu ia gunakan untuk membeli makan hingga menyewa rumah kos.

Diceritakannya, Bripda Maulana merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara. Kakak pertamanya Mahendra Wicaksono diadopsi oleh pakdhe'nya sehingga dirumah, tinggal 3 bersaudara saja.

Kakak keduanya Meddy Sukmawani, juga berhasil menjadi anggota polisi berpangkat Bripda yang berdinas di Jakarta. Sedangkan adiknya kini masih bersekolah kelas IX.

Baca Juga: Teror Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jember Desak Polri Usut Aktor Intelektual

"Ayah saya peduli sama anak-anaknya. Dia nggak mau kalau anaknya susah kaya bapaknya. Dia pengen anaknya sukses makanya disiplin dan kerja keras selalu dipraktekkan ke kami," tuturnya.

Sambil menunjukan fotonya usai dinyatakan lulus di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, ia menambahkan dalam mewujudkan mimpinya, sang ayah selalu mengatakan untuk tidak ragu mewujudkan.

"Ayah selalu berpesan agar anak-anaknya tidak minder mewujudkan cita-cita meski dengan kondisi apapun," katanya mengulang pesan ayahnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto


Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.