Rabu, 17 Jun 2026 07:46 WIB

Derita Nelayan pada Proyek Reklamasi Pantai Watu Dodol Banyuwangi

Reklamasi Pantai Watu Dodol di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi
Reklamasi Pantai Watu Dodol di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi

jatimnow.com - Reklamasi di Pantai Watu Dodol di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi menyebabkan puluhan nelayan menjadi korban dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Saat ditemui jatimnow.com, Supar (60) nelayan pencari ikan hias di Dusun Selogiri, Desa Bangsring menceritakan sebelum tahun 2012 dalam sehari mampu mendapatkan uang Rp 40 ribu - Rp 60 ribu.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Namun, semenjak ada proyek reklamasi itu, keuntungan dari mencari ikan hias di Pantai Watu Dodol secara tradisional ikut menurun hingga 75 persen.

"Kita menurun dapat rezekinya. Sebelum ada itu (reklamasi, red) tahun 2012 sehari bisa Rp 40 ribu, sekarang gak menentu. Kadang pulang gak bawa hasil," kata Supar di rumahnya, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: 

Menurutnya, hal seperti itu bukan hanya menimpa dirinya. Melainkan, terdapat 30 orang lainnya yang seprofesi dengannya. Seperti Slamet (45) yang rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari titik reklamasi tersebut.

"Ya menurun sekali mas pendapatan kami, ada yang mencari ikan hias, budidaya terumbu karang. Di situ itu dari dulu karangnya bagus-bagus tapi hancur setelah ada reklamasi itu," keluh Slamet.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Supar menambahkan, sebelum reklamasi dilakukan oleh pihak pemrakarsa, PT Mas Ami, seluruh warga di RT 02 dan 03 RW 05 Dusun Selogiri, Desa Ketapang pernah diajak kumpulan oleh manajemen.

Namun, kata dia, tidak ada satupun warga yang bersedia menandatangani dan memberikan persetujuan. Tapi faktanya, proyek reklamasi tetap saja dilakukan.

"Sebelum reklamasi kita dikumpulkan di masjid diminta tanda tangan, tapi satupun tidak ada," katanya bernada geram.

Dirinya berharap, pemerintah terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim, untuk melakukan pengawasan dengan seksama. Hal ini kata dia, untuk menjaga kelestarian alam khususnya biota laut.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Reklamasi juga merubah arus, dulu kita bisa renang pakai snorkeling dari pinggir sampai jarak 20 meter. Sekarang sulit karena arus ke pinggir semakin besar," kata Supar yang mengaku menjadi nelayan sejak tahun 1985 itu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.