Rabu, 17 Jun 2026 08:34 WIB

Profauna Ragu Soal Kawanan Harimau Jawa Terlihat di Gunung Raung

Gunung Raung/istimewa
Gunung Raung/istimewa

jatimnow.com - Pengakuan sekelompok pemuda yang melihat Harimau Jawa di sekitaran hutan lereng Gunung Raung diragukan oleh lembaga non profit Perlindungan Hutan dan Satwa, Profauna Indonesia.

Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan pihaknya meragukan pengakuan para pemuda yang melihat Harimau Jawa ada di sekitar 5 kilometer dari air terjun Lider, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Tanpa bukti nyata seperti foto atau video, itu diragukan," kata Rosek Nursahid kepada jatimnow.com, Sabtu (5/1/2019).

Baca juga :  Kawanan Harimau Jawa Dikabarkan Terlihat di Gunung Raung, Percaya?

Jumlah kawanan harimau loreng yang terlihat sebanyak 30 ekor. Sayangnya, mereka tak sempat mendokumentasikan penampakan yang diduga Harimau Jawa tersebut, pada Juli 2018 lalu.

Menurutnya, keraguan tersebut muncul ketika mereka mengaku melihat Harimau Jawa 30 ekor. Hal yang sangat berseberangan dengan karakteristik harimau itu sendiri. Dia menegaskan, pihaknya sangat meragukan pengakuan perihal jumlah satwa karnivora yang terlihat.

"Karena harimau tidak hidup berkelompok dan sebanyak itu," jelasnya.

Lebih jauh Rosek menjelaskan, satwa berjuluk El Jawi tersebut punya pola hidup sendirian atau dengan keluarga. Dalam satu keluarga, terdiri dari induk harimau dengan anak-anaknya.

"Yang rata-rata (jumlah anaknya) tidak lebih dari empat ekor," urainya.

Sebagai pembanding, jumlah Macan Tutul yang masih ada di alam saja dalam satu wilayah tidak sampai 30 ekor, maksimal lima ekor. Sebab itu, jika ada yang melihat Harimau Jawa dalam kelompok besar, sangat tidak masuk akal.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Menurut Rosek, seringkali masyarakat lokal yang awam rancu membedakan anak harimau dengan kucing hutan. Profauna beberapa kali menindaklanjuti laporan masyarakat tentang temuan anak Harimau Jawa.

"Tapi ternyata itu kucing hutan," cetusnya.

Harimau Jawa bisa dikenali secara fisik dengan melihat motif loreng pada tubuhnya. Berbeda dengan Macan Tutul yang motif bulunya tutul-tutul atau hitam. Namun pembeda itu akan rancu jika masih anakan.

"Secara ukuran (badannya) beda, Harimau Jawa lebih besar (dari Macan Tutul). Tetapi untuk Harimau Loreng, itu Harimau Jawa ukurannya paling kecil. Lebih kecil dibanding Harimau Sumatera," pungkasnya.

 

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.