Senin, 15 Jun 2026 12:23 WIB

Terpapar Gas Beracun Kawah Ijen, Banyak Tanaman dan Sayur Mati

  • Penulis :
  • | Sabtu, 24 Mar 2018 18:53 WIB
ilustrasi Kawah Ijen/ Budi Sugiharto
ilustrasi Kawah Ijen/ Budi Sugiharto

jatimnow.com - Tim penanggulangan bencana Ijen, yang terdiri dari PVMBG Bandung, BPBD Banyuwangi dan Bondowoso, serta Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), merilis hasil kajian lapangan, Sabtu (24/3/2018).

Dari kajian itu, diduga gas belerang pekat mengalir melalui sungai Banyu Pahit yang berhulu di Kawah Ijen.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dilapangan, tim mendapati tumbuh-tumbuhan dan tanaman sayur (terutama kubis) yang layu dan mati yang berada di sepanjang lembah yang dilalui oleh aliran Sungai Banyu Pait.

Begitu pula penduduk yang terpapar gas di Dusun Margahayu dan Watucapil berada di sepanjang lembah aliran Sungai Banyupait.

"Hasil pengecekan ke lokasi Sumur Bor panas bumi di daerah Kawah Wurung tidak ditemukan adanya tanaman layu atau mati yang diakibatkan oleh paparan gas," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwa, Eka Muharam, melalui siaran pers yang dirilis Tim pasca bencana Ijen.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Demikian pula penduduk di Dusun Curah Macan yang berada di sekitar lokasi sumur bor panasbumi tidak mengalami keluhan akibat paparan gas.

Hasil pengukuran gas di lokasi sumur bor panas bumi terukur gas CO2 dengan konsentrasi rata rata 0,03-0.04% atau yang merupakan konsentrasi udara normal, dan H2S dan SO2 tidak terdeteksi atau tidak ada (0 ppm).

Hasil-hasil pemeriksaan diatas memberikan kesimpulan bahwa sumber gas yang menyebabkan penduduk terpapar gas dan tanaman menjadi layu atau mati adalah akibat aliran gas dari Kawah Ijen yang mengalir ke lembah sepanjang aliran Sungai Banyupait.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Hasil pengukuran gas hari ini di Dusun Curahmacan dan Dusun Margahayu terukur gas CO2 dengan konsentrasi rata rata 0,03-0.04% atau yang merupakan konsentrasi udara normal, sedangkan gas-gas lainnya seperti H2S dan SO2 tidak terdeteksi atau tidak ada (0 ppm)," pungkasnya.

Reporter: Irul Hamdani
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.