Jumat, 12 Jun 2026 03:09 WIB

Gara-gara Rokok Lintingan, Lengan Kanan Wiwit Nyaris Putus

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 24 Mar 2018 15:18 WIB
Korban saat dirawat di ICU RSUD Mardi Waluyo Blitar.
Korban saat dirawat di ICU RSUD Mardi Waluyo Blitar.

jatimnow.com - Tangan Wiwit Riono nyaris terputus akibat terkena bacokan senjata tajam yang dilakukan Yasir alias Gathul-tetangganya yang mengalami gangguan kejiwaan (gila).

"Pelaku membacok korban berkali-kali dengan menggunakan sabit," kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Rifaldy Hangga Putra, Sabtu (24/3/2018).

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Pada Jumat (23/3/2018) sekitar pukul 14.30 wib, Wiwit (50) warga Dusun Krajan Barat, Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar ini sedang beristirahat di ladang dekat rumahnya setelah mencari rumput untuk pakan ternak sapinya.

Tiba-tiba Yasir alias Gathol-tetangga korban, datang ke tempat istirahat Wiwit. Kemudian, Yasir meminta Wiwit untuk dibuatkan rokok lintingan. Ketika sedang dilintingkan rokok, tiba-tiba Yasir merebut sabit yang tergeletak di samping Wiwit.  

Yasir dengan membabibuta menyabetkan sabit tersebut ke arah Wiwit. Meski Wiwit berteriak minta tolong, Yasir yang mengalami gangguan kejiwaan (orang gila) itu tak menghiraukan rintihan Wiwit.

Akibat sabetan sabit itu, Wiwit mengalami luka serius pada kepala bagian belakang, dahi, mulut, pipi kanan luka menganga serta lengan kanannya nyaris putus.

Usai membabibuta bacokan ke Wiwit, Yasir kabur. Sedangkan Wiwit dibantu warga dan dibawa ke rumah sakit umum daerah Mardi Waluyo Kota Blitar. Wiwit mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Mardi Waluyo.

Selang 1,5 jam setelah kejadian, warga dan anggota Polsek Wonotirto menangkap Yasir.

"Pelaku masih menjalani pemeriksaan di polsek," ujarnya.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Ditanya kemungkinan pelaku mengalami gangguan kejiwaan, kata Rifaldy, pemeriksaan tetap masih dilakukan.

"Kalau itu (kejiwaan) masih kita periksa dulu. Hasilnya nanti tunggu saja," jelasnya.

Terkait kejadian itu, keluarga Wiwit enggan memberikan komentar.

"Nggak usah mas. Biar dia istirahat," kata salah satu keluarga Wiwit di RSUD Mardi Waluyo.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Pelaku pembacokan terhadap Wiwit ini diperkirakan mengalami gangguan kejiwaan. Dari keterangan tetangganya, Yasir pernah membacok orang hingga meninggal dunia.

"Dulu pelaku juga sudah pernah melakukan ini (pembacokan). Malah dulu korbannya sampai meninggal dunia. Tapi itu kejadiannya sudah lama sekali," kata Prista Bella, tetangga korban dan juga pelaku.

"Warga disini sudah tahu semua kalau dia mengalami gangguan kejiwaan," ujar Prista.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.