Sabtu, 20 Jun 2026 11:47 WIB

Penertiban APK di Banyuwangi Tuai Protes, Bawaslu Disebut Tebang Pilih

Bawaslu Banyuwangi saat menerima aduan dari partai yang dinilai tebang pilih.
Bawaslu Banyuwangi saat menerima aduan dari partai yang dinilai tebang pilih.

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi dinilai tebang pilih saat melakukan penertiban sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). Pernyataan itu dilontarkan Wakil Ketua Perindo Banyuwangi, Alex Budi Setiyawan.

Dia menilai Bawaslu tebang pilih ketika mengeksekusi APK dan BK yang dinilai melanggar SK KPU nomor 76 dan/ atau Perda Banyuwangi nomor 10 tahun 2012 tentang pemasangan reklame.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Gimana gak tebang pilih, spanduk milik seorang caleg kami dicopot, sementara spanduk caleg dari partai lama dibiarkan. Padahal posisinya berdekatan, cuma 10 meter," kata Alex usai bertemu Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu, Anang Lukman, Kamis (13/12/2018).

Setidaknya, kata Alex, terdapat 46 APK yang telah ditertibkan oleh Bawaslu. Selain itu, dirinya juga menyayangkan surat pemberitahuan dari Bawaslu perihal penertiban APK dan BK yang menurutnya tidak detail.

"Harusnya dalam surat itu disebutkan berdasarkan titik-titik yang dinilai melanggar. Di suratnya hanya menyebut berdasarkan kecamatan saja," katanya mengeluhkan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu, Anang Lukman mengatakan, bahwa ada dua partai yang melakukan klarifikasi pasca-penertiban APK dan BK kemarin, yakni dari Partai Demokrat dan Perindo.

Anang juga berkilah bahwa pihaknya telah tebang pilih saat penertiban APK dan BK secara serentak kemarin. Baik partai lama maupun partai baru jika pemasangan APK dan BK melanggar, seluruhnya akan ditertibkan.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Tidak ada sebenarnya tebang pilih. Bahkan bisa dicek di semua kecamatan," ujarnya.
Dirinya mengaku, bahwa sumber daya manusia dalam melakukan penertiban APK dan BK itu terbatas jumlahnya, di tiap-tiap kecamatan.

"Kalau ada yang terlewatkan itu memang belum. Apalagi bilboard-bilboard juga belum karena jumlah Satpol PP juga terbatas," katanya.

Ia menambahkan, jika ada anggota Panwascam yang melakukan tebang pilih saat mengeksekusi penertiban APK atau BK, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Sanksi untuk Panwascam yang tebang pilih pertama itu peringatan tertulis, kedua teguran keras, ketiga pemberhentian sementara menuju ke (pemberhentian) tetap," paparnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.