Minggu, 14 Jun 2026 11:51 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bawang Merah Merangkak Naik

Petani bawang merah Pacet memanen tanamannya. Jelang natal dan tahun baru, stok bawang merah menipis hingga sebabkan harga naik.
Petani bawang merah Pacet memanen tanamannya. Jelang natal dan tahun baru, stok bawang merah menipis hingga sebabkan harga naik.

jatimnow.com - Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bawang merah di pasar tradisional Kabupaten Mojokerto mulai merangkak naik. Saat ini, harga bawang merah di tingkat pengecer menyentuh harga Rp 25 ribu dari harga sebelumnya Rp 16 hingga Rp 17 ribu.

Hal itu diungkapkan Maulana, salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Raya Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, harga bawang merah mulai merangkak naik sejak awal Desember ini.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Sekarang sekitar Rp 24 hingga Rp 25 ribu. Kita ambil dari pengepul saja dapat harga Rp 19 ribu per kilogramnya," katanya, Rabu (12/12/2018).

Maulana menilai, kenaikan harga bawang merah dan sejumlah bumbu dapur menjelang natal dan tahun baru adalah fenomena yang wajar. Bahkan, saat ini stok bawang merah di pasar mulai menipis sehingga harga mulai mahal.

"Kalau barang banyak, otomatis harganya murah. Kalau barangnya sedikit seperti saat ini ya wajar harganya naik," tuturnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Terpisah, Danu, salah satu pengepul bawang merah di Dusun Sumberan, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto mengatakan, saat ini stok bawang merah di kawasan Jawa Timur mulai menipis.

Untuk harga bawang merah di tingkat pengepul saat ini sekitar Rp 17 ribu. Sebelumnya, harga di tingkat pengepul Rp 13 ribu per kilogramnya.

"Sudah satu bulan stok di Pacet dan Jawa Timur mulai menipis. Kami ambil bawang merah dari daerah Demak, Jawa Tengah untuk dijual di Mojokerto," katanya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.