Selasa, 16 Jun 2026 06:31 WIB

Hilang di Sungai Brantas, Pekerja Proyek Jembatan Belum Ditemukan

Tim Basarnas saat hendak melakukan pencarian korban
Tim Basarnas saat hendak melakukan pencarian korban

jatimnow.com - Genap sepekan, upaya pencarian terhadap Dodo Sriutomo (44) pekerja proyek pembangunan Jembatan Ngujang II yang jatuh ke Sungai Brantas masih belum mendapatkan hasil. Keberadaan warga Desa Bendo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung inipun masih misterius.

Diketahui, Dodo menghilang setelah diduga jatuh ke sungai brantas di Desa Pucung, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung pada Selasa (27/11/2018) lalu. Dodo diduga terpeleset dan nyebur ke sungai itu saat bekerja memperbaiki jembatan tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Baca juga:  Terpeleset, Pekerja Proyek Jembatan Nyebur ke Sungai Brantas

Pencarian itu dilakukan Basarnas dibantu dengan TNI dan Polisi. Meski sejumlah cara diterapkan saat melakukan pencarian, namun keberadaan Dodo masih belum diketahui. Sementara sesuai prosedur pencarian, jika hingga 7 hari belum mendapatkan hasil, maka proses pencarian akan dihentikan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Koordinator Basarnas Bryan mengatakan, meski secara prosedur proses pencarian sudah dihentikan, namun Tim Basarnas tetap melakukannya dengan metode yang berbeda. Proses pencarian tidak akan dilakukan dengan menyusuri sungai, tapi mereka memaksimalkan fungsi pemantauan SAR yang ada di sepanjang aliran sungai Brantas.

Selama sepekan terakhir, pihak Basarnas dibantu dengan TNI dan Polisi telah menyusuri sungai hingga perbatasan Kabupaten Kediri. Kemudian Basarnas juga sudah melakukan pemantauan di sekitar cerukan yang ada di lokasi penambang pasir. Bahkan, mereka juga sudah memantau hingga Dam Gerak di Mrican, Kabupaten Kediri serta Dam Gerak Tjiwi di Mojokerto.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Meski begitu, korban belum juga ditemukan. "Kita sudah berusaha maksimal, tapi korban belum berhasil kita temukan," tuturnya, Selasa (4/12/2018).

Diberitakan sebelumnya, korban yang merupakan pekerja pada proyek pembangunan Jembatan Ngujang II itu, diduga terpeleset dan jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke dalam sungai Brantas. Korban diduga tidak menggunakan pengaman saat bekerja memasang kontruksi bagian atas jembatan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.