Senin, 22 Jun 2026 12:34 WIB

Burung Gagak Jadi Alat Penipu Agar Korban Bertemu Nyai Roro Kidul

AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan
AKBP Leonard Sinambela (tengah) dan AKP Aldy Sulaeman (kiri) menunjukkan barang bukti penipuan

jatimnow.com - Setelah ditangkap dan diperiksa intensif, modus penipuan Rp 2,3 Miliar yang dilakukan DG, kiai gadungan dan komplotannya terhadap NC, warga Blitar, akhirnya terbongkar. Burung gagak hingga minyak khusus menjadi sarana mereka meyakinkan korban.

"Oleh DG yang mengaku sebagai kiai, korban disuruh menyetor uang secara bertahap untuk proses ritual," beber Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, Sabtu (1/12/2018).

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Dari keterangan pelaku, selain sebagai sarana menggandakan uang korban, juga berfungsi agar korban bisa bertemu dengan Nyai Roro Kidul. Tahapan ritual yang dilakukan DG itu, terus dituruti korban. Sebab korban saat itu dalam suasana kebingungan karena uang ratusan juga rupiah yang dipinjam temannya tak kunjung kembali.

Baca juga:  Dijanjikan Bertemu Nyai Roro Kidul, Warga Blitar Tertipu Miliaran

"DG mengklaim bisa menggandakan uang korban menjadi Rp 70 miliar dan mempertemukan korban dengan Nyai Roro Kidul," ungkap mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Lanjut Leonard, saat ritual, DG meminta korban meletakkan uang di sebuah kotak yang sudah disediakan oleh DG dengan janji selama korban menjalani ritual uang di kotak akan bertambah banyak. "Korban ini dilarang membuka kotak itu dan harus membayar hingga puluhan juta rupiah," sambungnya.

Alumnus AKPOL tahun 2000 ini menambahkan, DG meminta uang kepada korban dengan alasan untuk membeli Burung Gagak senilai Rp 50 juta dan minyak khusus seharga Rp 80 juta. DG meminta korban untuk melakukan ritual itu berkali-kali dan wajib menyerahkan uangnya terlebih dahulu. Ritual berulang itu diminta DG agar korban bisa bertemu Nyai Roro Kidul dan uangnya bertambah.

"Agar korban yakin, DG menyerahkan mobil pribadinya beserta surat-surat kendaraan sebagai jaminannya," pungkas Leonard.

Baca Juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan

Diketahui sebelumnya, NC melapor ke Polda Jatim setelah uang Rp 2,3 miliar miliknya dibawa kabur DG dan tiga anggotanya. NC kepincut dengan janji-janji 4 orang yang baru dikenalnya itu karena ingin uangnya bertambah dan bisa bertemu dengan Nyai Roro Kidul. Setelah dapat laporan, Polda Jatim menangkap DG dan MS. Sedangkan dua pelaku lainnya masih diburu.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.

Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Permasalahan ini telah berlangsung selama belasan tahun tanpa ada solusi konkret. Warga juga telah mengadukan masalah tersebut ke Komisi III DPRD Kota Probolinggo dan minta untuk relokasi.