Selasa, 23 Jun 2026 04:07 WIB

Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

  • Penulis : Bramanta
  • | Senin, 22 Jun 2026 09:05 WIB
Polusi asap yang bersumber dari pabrik industri PT KTI membuat warga resah. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Polusi asap yang bersumber dari pabrik industri PT KTI membuat warga resah. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah rumah warga di Kampung Dok, RT 01 dan RT 02/RW 06, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, mengalami retak-retak diduga akibat aktivitas industri PT Kutai Timber Indonesia (KTI).

Dampak aktivitas pabrik tersebut tidak hanya berupa kerusakan fisik bangunan. Pada malam hari, warga juga mengeluhkan polusi udara akibat paparan asap tebal bau sisa produksi yang masuk ke permukiman, sehingga menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

Salah seorang warga, Ahmad taufik mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berlangsung selama belasan tahun tanpa ada solusi konkret. Warga juga telah mengadukan masalah tersebut ke Komisi III DPRD Kota Probolinggo dan mereka minta untuk relokasi.

"Selain rumah retak, berdirinya pabrik particle board PT KTI juga mengakibatkan banjir. Saluran drainase menyempit dan area resapan air sudah tidak berfungsi. Setiap musim hujan, banjir selalu terjadi," ujar Ahmad. Miggu (21/06/26).

Warga juga menyoroti sikap pimpinan PT KTI saat ini, Muhammad Zubair, yang dinilai kurang responsif terhadap keluhan warga.

"Setiap ditanya, jawabannya selalu bahwa masalah sudah disampaikan ke pimpinan, alasannya, kondisi keuangan KTI sedang tidak baik atau tidak surplus, sehingga terkesan menyepelekan permasalahan," tuturnya.

Baca Juga: Warga Kampung Dok Probolinggo Tagih Relokasi, Keluhkan Dampak Aktivitas PT KTI

Sebelumnya, persoalan ini telah dibahas dalam rapat dengar pendapat antara warga dan manajemen PT KTI di Gedung DPRD Kota Probolinggo pada Kamis (18/6/2026).

Warga mengaku sudah jenuh dengan janji-janji yang tak kunjung terealisasi. Sejak PT KTI mengoperasikan fasilitas particle board pada tahun 2007, warga terus terpapar debu sisa produksi dan getaran mesin.

"Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar janji manis seperti tahun-tahun sebelumnya," tegas Ahmad.

Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas

Sementara itu, Executive Officer PT KTI, Muhammad Zubair sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga. Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh ketentuan lingkungan sesuai hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur.

"Parameter getaran, kebisingan, dan kualitas udara masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB). Sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), kami tidak memiliki kewenangan membeli tanah warga. Persoalan relokasi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah," pungkas Zubair.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.