Selasa, 16 Jun 2026 14:44 WIB

Pelaku Pembunuhan di Tulungagung Dites Kejiwaan, Ini Hasilnya

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo

jatimnow.com - Matal (50) warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri Barno (75) dan Musini (65), dipastikan mengidap gangguan jiwa berat.

Hal ini berdasarkan hasil tes kejiwaan yang dilakukan oleh psikiater di RS Bhayangkara Tulungagung. Tersangka membunuh korban yang merupakan tetangganya sendiri pada Jumat (16/11/2018) sore, tanpa alasan yang jelas.

Kasatrekrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menuturkan untuk memastikan dugaan gangguan kejiwaan yang dialami oleh tersangka, polisi sudah melakukan tes kejiwaan.

Berdasarkan hasil tes tersebut, tersangka mengalami gangguan jiwa berat. Hal ini juga diperkuat oleh keterangan salah seorang saksi dari pihak keluarga, yang menyebutkan tersangka menunjukkan gelagat aneh sejak tiga bulan lalu.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Emosi tersangka terlihat labil dan sering marah-marah," ujarnya, Selasa (27/11/2018).

Meskipun dinyatakan mengalami gangguan jiwa, namun Mustijat menegaskan bahwa proses hukum tetap berlanjut. Penyidikan akan terus dilakukan sedangkan tersangka akan dibantarkan ke Rumah Sakit Jiwa di Lawang untuk mendapatkan pengobatan.

Saat ini tersangka masih ditahan di sebuah ruang khusus, terpisah dengan tahanan lain di Mako Polres Tulungagung. "Jadi proses penyidikan tetap berjalan, tersangka akan dibantarkan ke rumah sakit jiwa," tegasnya.

Dalam proses pemeriksaan, tersangka mengaku nekat membunuh pasutri tersebut karena meminta sesuatu yang tidak diberikan oleh korban. Namun sesuatu tersebut tidak jelas bentuknya.

Tersangka juga mengaku membunuh korban dan merasa perbuatannya tersebut benar. "Pengakuan itu yang membuat janggal dan kami memutuskan untuk melakukan tes kejiwaan," imbuhnya.

Sebelumnya Matal ditangkap oleh Polisi usai membunuh korbannya dengan sadis. Proses penangkapan berlangsung dramatis. Polisi bahkan menembak tangan tersangka karena membawa parang dan dianggap berbahaya bagi petugas.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.