Jumat, 19 Jun 2026 02:27 WIB

Keluarga Enggan Jenguk Pelaku Penyebar Hoax di Tulungagung, Kenapa?

Tersangka (baju biru) saat berada di Mapolres Tulungagung
Tersangka (baju biru) saat berada di Mapolres Tulungagung

jatimnow.com - Ayah angkat Rohmad Kurniawan (38), pemilik akun Facebook penyebar hoax di Tulungagung enggan menjenguk anaknya yang saat ini ditahan oleh kepolisian.

Saat ditemui di rumahnya yang terletak di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Ramidjan mengaku pasrah atas kasus yang saat ini menimpa Wawan.

Pria yang sehari hari bekerja sebagai tukang kebun di sebuah SMK Swasta ini menuturkan, sejak kecil Wawan sering tidak menurut dan membantah jika diingatkan oleh pihak keluarga. Tersangka mempunyai keyakinan sendiri sehingga tidak pernah menghiraukan saat diperingatkan.

"Sama saya itu selalu musuhan, selalu ngeyel jika diingatkan, tidak pernah menurut sama sekali," ujar Ramidjan, Selasa (27/11/2018).

Baca juga:

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Bahkan dalam urusan pernikahan, pihak keluarga sama sekali tidak dilibatkan oleh tersangka. Ramidjan juga tidak mengetahui siapa istri dan bagaimana keadaannya selama ini.

Kurang harmonisnya hubungan ini membuat tersangka jarang pulang ke rumah. Bahkan sejak bulan Juli lalu tersangka sama sekali tidak pernah berada di rumah. Pihak keluarga baru mengetahui bahwa Wawan ditahan Polisi setelah diberitahu oleh tetangganya.

Hingga saat ini Ramidjan sengaja belum menjenguk tersangka, yang masih ditahan di Polres Tulungagung. Ramidjan beralasan jika dijenguk saat ini bisa saja bertengkar karena tersangka keras kepala. Pria yang kini hidup sendiri ini baru akan menjenguknya jika tersangka sudah divonis oleh pengadilan.

"Biar saja ditangkap semoga bisa menjadi pembelajaran bagi nya," pungkasnya.



Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.