Jumat, 19 Jun 2026 03:51 WIB

Disebut Jadi Pemesan Berita Hoax, Ini Reaksi Kadiskominfo Tulungagung

Tersangka (baju biru) saat berada di Mapolres Trenggalek
Tersangka (baju biru) saat berada di Mapolres Trenggalek

jatimnow.com - Disebut sebagai penyandang dana aktivitas akun Facebook hoax Puji Ati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulungagung, Trenggono, akhirnya buka suara.

Sebelumnya, Rohmad Kurniawan (38) pemilik dan admin akun Puji Ati menyebut nama pejabat Pemkab berinisia 'T' yang diidentikan dengan Trenggono, sebagai salah seorang pemesan status yang diunggahnya. Tidak hanya itu tersangka juga menyebut namanya, sebagai penyandang dana untuk melakukan aktivitasnya.

Saat dikonfirmasi terkait keterangan tersangka, Trenggono dengan tegas membantahnya. Menurutnya keterangan yang diberikan oleh tersangka tidak lah benar. Selama ini Trenggono tidak pernah mengenal atau bertemu langsung dengan pemilik dan admin akun tersebut.

"Jadi saya tegaskan bahwa keterangan yang diberikan tidaklah benar, saya tidak kenal dengan pemilik akun Puji Ati," ujarnya, Senin (26/11/2018).

Baca juga:

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Trenggono mengaku seseorang pernah menghubunginya dan mengaku sebagai Puji Ati melalui telepon. Dalam percakapannya, Puji Ati mengaku memiliki sejumlah data dan mengancam akan membongkar semua permasalahan dalam birokrasi Tulungagung. Namun ancaman tersebut tidak pernah dihiraukan oleh Trenggono.

"Pernah juga menelepon meminta antena radio, lalu saya bilang tidak punya," tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tulungagung ini mengaku siap jika dipanggil untuk diperiksa oleh Satreskrim Polres Tulungagung. Namun hingga saat ini belum ada surat panggilan dari polisi terkait kasus tersebut. Trenggono juga menyerahkan sepenuhnya penyidikan kasus ini ke kepolisian.

"Sempat kepikiran untuk melakukan gugatan ke tersangka karena menyebut nama saya, namun setelah melihat kondisi fisiknya jadi tidak tega," imbuhnya.

Sebelumnya sejumlah pejabat disebut oleh tersangka sebagai pemesan dan penyandang dana akun Facebook Puji Ati. Tersangka mengaku mendapatkan uang setiap mengunggah status sesuai pesanan mereka. Hingga saat ini polisi masih mendalami keterangan ini, dengan memeriksa tujuh orang saksi.
 



Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.