Selasa, 16 Jun 2026 09:34 WIB

Suprobo Akhirnya 'Menyerah' Setelah Sembunyi 3 Hari di Atas Pohon Jati

Setelah dibujuk oleh keluarga, Suprobo akhirnya turun
Setelah dibujuk oleh keluarga, Suprobo akhirnya turun

jatimnow.com - Setelah bertahan selama tiga hari di atas Pohon Jati, Suprobo (55), warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung akhirnya bersedia turun pada Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 17.30 Wib.

Pria yang sehari-hari berjualan buah ini turun setelah salah seorang anggota keluarganya yang merupakan anggota polisi naik ke atas pohon dan membujuknya.

Dengan kondisi fisiknya melemah, Suprobo menuruni anak tangga yang disiapkan oleh petugas.

Koordinator tim Basarnas, Yoni Fariza menuturkan sempitnya lokasi serta tingginya pohon menjadi kendala tersendiri dalam proses evakuasi.

Tim Basarnas tidak bisa melakukan evakuasi sembarangan karena bisa membahayakan Suprobo.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Selain itu Basarnas juga sudah berusaha mengevakuasi dengan cara naik ke atas pohon, namun ia justru nekat naik semakin tinggi, dan mengancam akan meloncat.

"Proses evakuasi yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa," ujarnya, Kamis (22/11/2018).

Tim Basarnas kemudian menyiapkan persiapan untuk melakukan evakuasi, dengan memasang pengaman berupa jaring dan terpal disekitar pohon.

Selain itu sejumlah kasur juga disiapkan di atas tembok sebagai langkah antisipasi, jika Suprobo nekat untuk meloncat. Warga juga terlihat bersiap-siap dengan membentangkan terpal sebagai pengaman.

"Selain itu kami juga meminta keluarga dan temannya untuk terus membujuk Suprobo untuk turun," imbuhnya.

Sesaat setelah turun, Suprobo langsung dibawa ke rumah kerabatnya, yang tak jauh dari lokasi. Tim kesehatan yang sudah disiagakan langsung memeriksa kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dari hasil pemeriksaan, Suprobo dipastikan dalam kondisi sehat dan hanya mengalami sedikit dehidrasi. "Setelah melalui proses panjang akhirnya Suprobo mau untuk turun sendiri," pungkas Yoni.

Sebelumnya ia diduga mengalami depresi dan nekat untuk naik ke atas pohon jati setinggi 15 meter, sejak Selasa (20/11/2018) lalu.

Selama berada di atas pohon pihak keluarga menyuplai kebutuhan makanan, dengan mengirimnya ke atas pohon.Suprobo disebut merasa ketakuktan. Ia merasa dituding menjadi anggota ISIS.


Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.