Jumat, 12 Jun 2026 20:18 WIB

Soal Batu Bata Kuno di Area Proyek, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup

Struktur batu bata kuno di area TPA Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Struktur batu bata kuno di area TPA Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto angkat bicara soal adanya struktur batu bata kuno yang diduga cagar budaya di area pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Belahantengah.

Dengan adanya struktur batu bata kuno tersebut, DLH mengaku juga ingin turut melestarikannya.

"Kami akan ikut melestarikan dan menjaga situs yang berada di dalam TPA ini," ungkap Zainul Arifin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto kepada jatimnow.com, Kamis (22/11/2018).

Zainul menjelaskan, sebelumnya DLH Kabupaten Mojokerto telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur tentang penemuan benda diduga cagar budaya tersebut.

Surat dengan nomor 660/8412/416-110/2018 tentang pemberitahuan penemuan Situs Cagar Budaya dalam kegiatan pembangunan perluasan TPA Desa Belahantengah itu dikirim DLH Kabupaten Mojokerto kepada BPCB Jawa Timur pada 26 September 2018 lalu.

Selanjutnya, pada 1 November 2018, BPCB Jawa Timur mengirim surat balasan kepada DLH Kabupaten Mojokerto. Dalam surat ünomor 1830/E20.2/TU/2018 itu, BPCB Jawa Timur meminta DLH Kabupaten Mojokerto untuk turut melestarikan situs tersebut.

"Surat dari kami sudah dikirim, BPCB juga sudah membalas. Sesuai permintaan BPCB, kami diminta untuk melestarikan, ya akan kita lestarikan, itu tugas kita," jelasnya.

Zainul menambahkan, pihaknya akan membantu BPCB Jawa Timur untuk melestarikan struktur batu bata kuno yang berada di dalam TPA Desa Belahantengah. Disinggung soal sejumlah bagian struktur batu bata kuno yang rusak, DLH mengaku kerusakan itu sudah terjadi sejak awal ditemukannya situs.

"Kerusakannya kan sejak awal penemuan, dulu kan belum tahu kalau ada situsnya, baru ketahuan kalau ada situsnya setelah proses penggalian bakal fondasi," katanya.

Menurutnya, situs yang berada di dalam TPA tersebut saat ini berada di sebagian lahan TPA yang belum termanfaatkan oleh DLH.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Dari sini nanti kita akan ikut melestarikan situsnya, sesuai permintaan dari BPCB," tambahnya.


Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.