Sabtu, 13 Jun 2026 10:34 WIB

Dugaan Pembunuhan Pasutri, Polisi Periksa Keluarga dan Tetangga Korban

Polisi saat mengevakuasi jenazah Pasutri diduga korban pembunuhan di Tulungagung
Polisi saat mengevakuasi jenazah Pasutri diduga korban pembunuhan di Tulungagung

jatimnow.com - Satreskrim Polres Tulungagung terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pembunuhan pasutri Adi Wibowo (61) dam Suprihatin (50).

Polisi telah memeriksa lima saksi terkait dengan kasus tersebut. Kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dengan meminta keterangan terhadap beberapa saksi lain.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menuturkan, jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan sebanyak lima orang. Mereka merupakan pihak keluarga dan tetangga korban.

Selain itu polisi juga masih mendalami motif peristiwa pembunuhan ini. "Kalau pencurian sepertinya tidak, karena dari hasil olah TKP tidak ada satupun barang yang hilang, " ujarnya, Minggu (11/11/2018).

Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Polda Jawa Timur terungkap adanya dugaan perlawanan yang dilakukan oleh korban. Adanya dugaan ini muncul saat ditemukan luka lecet yang diduga diakibatkan perlawanan korban.

Meskipun begitu polisi masih mengumpulkan semua keterangan dari hasil autopsi, olah TKP dan pemeriksaan saksi. "Kita kumpulkan semuanya sehingga nanti akan menjadi terang kasus ini," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang tetangga korban, Ngapani mengaku, terakhir kali warga melihat Suprihatin beraktifitas membersihkan rumahnya pada Senin (05/11) pagi.

Kemudian seperti biasa berbincang-bincang dengan tetangga sekitarnya.“Senin itu masih nyapu-nyapu dan ngobrol sama tetangga,” tuturnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Namun Selasa pagi (6/11/2018) dirinya mendapatkan kabar jika ada warga lain yang mendengar keributan di dalam rumah tersebut. Karena menganggap itu ribut biasa, maka tidak ada tetangga yang menghiraukannya.

Di hari yang lain, tetangga juga melihat ada 2 orang laki laki dan 1 orang perempuan yang keluar dari rumah korban.

Mereka kemudian singgah di warung kopi salah satu warga kemudian mengeluh soal hutang yang dimiliki korban terhadap perempuan tersebut."Itu yang menyebar di sekitar tetangga tapi belum tahu benar atau tidak," pungkasnya.

Sebelumnya Pasutri Adi Wibowo (61) dan Suprihatin, Kamis malam (08/10/2018) ditemukan tewas di rumahnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Kedua jenazah ini ditemukan di ruang yang berbeda oleh cucunya yang sedang berkunjung.

Jenazah Suprihatin ditemukan di ruang tamu dalam keadaan bersimbah darah, sementara sang suami Adi Wibowo berada di kamar bagian belakang. Pasutri ini diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.