Kamis, 11 Jun 2026 13:58 WIB

Machfud Arifin: Ormas Jangan Diam, Harus Lawan Hoax dan Radikalisme

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat menjadi pembicara di acara Seminar tentang Menangkal Bahaya Hoax dan Radikalisme pada acara Forum Kemitraan Organisasi Masyarakat, di Hotel Wyndham.
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin saat menjadi pembicara di acara Seminar tentang Menangkal Bahaya Hoax dan Radikalisme pada acara Forum Kemitraan Organisasi Masyarakat, di Hotel Wyndham.

jatimnow.com - Jumlah organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia mencapai 395.805. Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengajak ormas untuk ikut menangkal hoax dan radikalisme.

"Jaga persatuan dan melawan hoax. Itu yang kita harapkan kepada para ormas. Jangan diam, harus dilawan," ujar Machfud Arifin saat menjadi pembicara di acara Seminar tentang Menangkal Bahaya Hoax dan Radikalisme pada acara Forum Kemitraan Organisasi Masyarakat yang digelar Direktorat Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Wyndham, Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga: Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

Mantan Kapolda Jatim ini menambahkan, hoax muncul tujuannya bisa membuat ketidakpercayaan pada pemerintah.

"Jadi harus diwaspadai betul tentang hoax. Cari nara sumber beritanya yang kompeten. Medianya yang kredibel dan tidak membuat hoax," tuturnya.

Arek Suroboyo yang pernah menjabat Kepala Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri ini juga menceritakan kondisi geografis dan keberagaman bangsa Indonesia.

Machfud Arifin atau MA juga meminta ormas yang ada di Jawa Timur pada khususnya, untuk bersama-sama ikut menangkal radikalisme.

Menurutnya, radikalisme adalah pemahaman yang salah. Ia pun menceritakan kasus ledakan bom yang melanda gereja di Kota Surabaya yakni di Jalan Ngagel Madya, Jalan Diponegoro dan Jalan Arjuno. Serta ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya.

Baca Juga: Jaga Akal Sehatmu! Pertamina Patra Niaga Ungkap Taktik Kotor Penyebar Hoax BBM

"Ini pemahaman yang salah melakukan teror mati," tuturnya.

Penyebaran paham radikal juga dinilai sangat memprihatinkan. Seperti pelaku bom bunuh diri di Surabaya yang mengajak keluarganya menjadi pelaku.

"Sampai ada anak kecil umur lima tahun bilang ke polisi taghut," ujarnya.

Baca Juga: Pengusaha Properti Lamongan jadi Korban Fitnah di Medsos, Persaingan Bisnis?

MA berharap kepada ormas dan seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama melawan radikalisme.

"Mari kita pertahankan NKRI. Menjaga keutuhan dengan melawan hoax. Melawan radikalisme," jelasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.