Kamis, 18 Jun 2026 01:36 WIB

Anak Lumpuh Usai Suntik Rubella, Orangtua Tuntut Dinkes Tanggungjawab

Suyanto saat hendak berjalan menuju Dinas Kesehatan Kota Kediri
Suyanto saat hendak berjalan menuju Dinas Kesehatan Kota Kediri

jatimnow.com - Suyanto (58) warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi anak bungsunya, Wildan (12).

Ia didiagnosa mengalami kelumpuhan usai mendapatkan suntikan imunisasi rubella, Rabu (24/10/2018) lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pemberian imunisasi ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri, karena Wildan merupakan santri Ponpes Lirboyo.

Suyanto bahkan melakukan aksi jalan kaki menuju kantor Dinkes untuk meminta pertangungjawaban atas nasib anaknya.

Wildan diketahui disuntik rubella dalam kondisi yang kurang sehat. Sebelumnya Wildan sempat pulang ke rumah karena sakit. Setelah tiga hari beristirahat, Wildan kemudian kembali ke pondok pesantren dan beraktifitas seperti biasa.

Keesokan harinya Wildan yang juga tercatat sebagai siswa kelas 1 MTS Lirboyo masuk kelas dan bertepatan dengan pelaksanaan suntik massal rubella oleh Dinkes setempat. "Pagi disuntik siangnya langsung sulit berjalan," ujar Suyanto, Selasa (06/11/2018).

Saat ini Wildan masih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dokter yang menanganinya menjelaskan, bocah nahas ini menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kondisi ini merupakan gangguan kekebalan tubuh yang menyerang sistem syaraf. Dari hasil pemeriksaan dokter, Wildan membutuhkan pengobatan plasmapheresis sebanyak lima kali.

"Setiap pengobatan biayanya antara Rp20 hingga Rp25 juta rupiah," ujarnya.

Suyanto berencana akan meminta pertangungjawaban ke Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Besarnya biaya pengobatan yang harus ditanggung membuatnya berharap pihak dinas bisa memberikan bantuan.

"Dari pihak BPJS kesehatan hanya bisa mencover pembiayaan satu kali, ini yang berat," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.