Rabu, 17 Jun 2026 01:03 WIB

Aturan Baru Rugikan Warga, DPRD Soroti BPJS Kesehatan Tulungagung

Rapat antara Komisi C DPRD dan BPJS Kesehatan Tulungagung
Rapat antara Komisi C DPRD dan BPJS Kesehatan Tulungagung

jatimnow.com - Penerapan sistem rujukan online bagi peserta BPJS Kesehatan mendapatkan sorotan dari anggota Komisi C DPRD Tulungagung.

Mereka memanggil pihak BPJS Kesehatan Tulungagung, untuk menjelaskan regulasi tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pihak dewan menilai regulasi ini terlalu berlebihan, sehingga membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Subani Sirab mengatakan, selama ini banyak keluhan masyarakat terkait sistem rujukan online ini.

Faskes pertama kini tidak bisa langsung memberikan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap.

Pasien harus mendapat perawatan terlebih dahulu di rumah sakit tipe C maupun D sebelum dirujuk ke rumah sakit tipe A maupun B.

"Seharusnya BPJS Kesehatan memperhatikan tingkat penyakit yang dialami pasien, jika benar-benar kritis maka harus langsung dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, bukan malah dibawahnya," ujarnya, Senin (05/11/2018).

Bahkan Subani mengkritik sistem yang secara umum dijalankan oleh BPJS Kesehatan.

Menurutnya BPJS Kesehatan hanyalah berwenang sebagai kasir kesehatan yang bertugas membayar biaya perawatan pesertanya, dan tidak berhak untuk mengatur alur rujukan maupun teknis pelaksanaannya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Itu yang berhak Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan hanya membayar saja sebagai kasir," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Tulungagung Rinaldi Wibisono menjelaskan, sistem rujukan online ini baru diterapkan dalam waktu tiga bulan terakhir, dan masih dalam tahap percobaan.

Sistem ini digunakan untuk memeratakan pelayanan peserta BPJS kesehatan disetiap faskes maupun rumah sakit.

"Namanya masih baru tentu belum sempurna, kita masih akan melakukan evaluasi," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pihaknya juga akan melaporkan hasil pertemuan dengan Komisi C DPRD Tulungagung ke pimpinan cabang.

Selanjutnya hasil rapat ini akan disampaikan ke pusat, untuk dijadikan salah satu bahan evaluasi. "Kami maklum dengan masukan yang diberikan oleh pihak dewan," pungkasnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.