Minggu, 21 Jun 2026 01:00 WIB

Bingung Penggunaan Dana Desa? Polres Trenggalek Sediakan Ruang Konsult

  • Penulis :
  • | Jumat, 29 Des 2017 14:57 WIB
Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo
Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo

TRENGGALEK:: jatimnow.com – Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sangat rentan untuk diselewengkan oleh perangkat desa, sehingga Polres Trenggalek berusaha mengantisipasinya. Salah satu caranya membuka ruang konsultasi untuk perangkat desa yang ingin berkonsultasi tentang regulasi dan tata cara pemanfaatannya yang aman dan akuntabel serta tidak menyalahi aturan.

“Kami bukan untuk menakut-nakuti, tapi kami justru ingin bersinergi agar seluruh tahapannya berjalan dengan lancar dan tidak melanggar ketentuan,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo kepada wartawan, Jumat (29/12/2017).

Baca Juga: Mobil Tertimpa Batu, Akses Jalan Trenggalek - Ponorogo Ditutup

Saat ini, kata dia, anggaran dana desa hampir mencapai Rp 1 miliar, sehingga ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua pihak, terutama dalam proses penggunaan dan pemanfaatannya.

"Kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membuat kesepakatan dalam proses pengawasan. Dalam hal ini kami juga melakukan edukasi kepada para perangkat dan kepala desa terkait dengan hal-hal yang harus dihindari dalam memanfaatkan DD dan ADD," tegasnya.

Melalui cara ini, ia berharap para lurah dan perangkatnya bisa lebih proporsional dalam menggunakannya dan tidak fiktif. Oleh karena itu, apabila masih ada yang ragu dan kurang paham, dipersilahkan untuk datang ke ruang konsultasi di Polres Trenggalek.

“Kami siap untuk diajak konsultasi,” tegasnya.

Baca Juga: Video Penganiayaan Perempuan di Trenggalek Viral, Ini Kata Polisi

Sementara itu, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak merespon posisitf terobosan dan kerjasama itu. Bahkan, ia mengaku sudah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Trenggalek untuk membantu proses pengawasannya. Kepala Kejaksaan pun beberapa kali turun ke beberapa kecamatan untuk sosialisasi itu.

“Teman-teman kepala dea sekarang memiliki platform komunikasi yang lebih baik kepada kepolisian. Pertama dikasih pebekalan, kemudian yang kedua ada jalur komunikasi yang lebih terstruktur," kata Emil.

Ia juga sangat bersyukur bahwa selama beberapa tahun terakhir ini tidak ada penggunaan dana desa yang diselewenggan, meskipun dia mengakui ada beberapa persoalan administratif yang harus diselesaikan. Dan itu tidak menjadi masalah.

Baca Juga: Polres Trenggalek Tangkap Tersangka Penipuan Bermodus Pencairan Modal Dari Bank

 

(Redaksi)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.