Kamis, 16 Jul 2026 13:18 WIB

Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 14 Jul 2026 11:30 WIB
Kepala Puskemas Ajung, dr Nur Rakhman Ahadi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Kepala Puskemas Ajung, dr Nur Rakhman Ahadi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan warga di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, tercatat mengidap penyakit kronis, dengan kasus tertinggi didominasi oleh hipertensi dan diabetes melitus. Namun, data resmi tersebut diyakini hanyalah fenomena gunung es, lantaran masih banyak warga yang tak terdata karena enggan atau takut memeriksakan kesehatannya.

Kepala Puskesmas Ajung, dr. Nur Rakhman Ahadi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 235 pasien penyakit kronis yang masuk dalam pendataan dan penanganan medis pihaknya.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Sekitar 235 kalau tidak salah, itu yang ketahuan. Yang tidak ketahuan banyak," bebernya, Senin (13/6/2026).

Ia mengingatkan, kecenderungan masyarakat yang lebih memilih menutupi kondisi kesehatannya justru sangat berbahaya. "Padahal kalau sudah ketahuan, sekarang ada obatnya, dan bisa kembali sehat," ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Nur Rakhman menyoroti bahaya diabetes melitus yang kerap dijuluki sebagai ibu dari segala penyakit. Penyakit ini memicu rentetan komplikasi fatal jika dibiarkan tanpa penanganan.

"Terutama kencing manis bisa jadi mempunyai komplikasi yang banyak, karena bisa kena stroke, hipertensi, serangan jantung. Maka disebutkan, diabetes ini dikatakan ibu dari segala penyakit," ungkapnya.

Ia juga mencatat pergeseran tren usia pasien. Penyakit kronis kini tidak lagi memandang usia lanjut, terbukti dari temuan pasien di wilayahnya yang baru menginjak usia 40 tahun.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Meski faktor keturunan atau genetik turut berpengaruh, dr. Nur Rakhman menegaskan bahwa gaya hidup adalah penentu utama. Ia mewanti-wanti masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan yang memicu obesitas dan penyakit kronis.

"Jangan terlalu banyak makan manis-manis, tinggi karbohidrat, termasuk gorengan, semua produk yang memiliki kandungan pemanis tinggi," pesannya.

Ia melanjutkan, bagi warga yang sudah telanjur terjangkit, komplikasi masih sangat bisa dicegah melalui kedisiplinan mengonsumsi obat.

Baca Juga: KUR Jember Bermasalah, Pengamat Minta OJK Perketat Pengawasan CA

"Cukup sekali sehari obatnya, dan efek sampingnya seminimal mungkin. Bisa di konsumsi seumur hidup, sehingga aman dan terkendali," jelasnya.

Guna menjaring warga yang belum terdata dan mempermudah akses layanan deteksi dini, Puskesmas Ajung kini mengoptimalkan program Posyandu Integrasi Layanan Primer.

"Kalau dulu posyandu hanya untuk balita dan ibu hamil, sekarang semua umur sampai lansia bisa. Biar bisa terkendali, sehingga tidak muncul komplikasi," kata dia.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Warga disarankan untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.