Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat
- Penulis : Bramanta
- | Kamis, 16 Jul 2026 08:13 WIB
jatimnow.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung melakukan kalibrasi arah kiblat. Kalibrasi ini dilakukan bertepatan dengan terjadinya fenomena astronomi matahari berada tepat di atas Ka'bah atau Rashdul Kiblat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi arah kiblat bagi umat Islam.
Kepala Kemenag Tulungagung, Afif Fauzi mengatakan fenomena ini terjadi setiap bulan. Masyarakat dapat melakukan kalibrasi untuk memastikan arah kiblat sesuai.
Baca Juga: Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS
"Setiap tanggal 15 dan 16 Juli matahari berada tepat di atas Ka'bah. Momentum ini kami manfaatkan untuk mengecek arah kiblat," ujarnya, Rabu (15/7/2026) sore.
Pengecekan arah kiblat dilakunan melalui pengamatan langsung bayangan sinar matahari pada pukul 16.27 WIB. Secara metode, sebenarnya tidak terlalu rumit dan masyarakat dapat melakukannya.
"Cukup menancapkan suatu benda yang berdiri tegak, maka akan terbentuk bayangan dari sinar matahari untuk mengukur akurasi arah kiblat," terangnya.
Bagi masjid yang akan dibangun, sebaiknya dapat melakukan pengukuran arah kiblat. Sedangkan masjid yang sudah berdiri, penyesuaian arah kiblat dapat dilakukan sesuai keyakinan masing-masing.
"Tapi, akan lebih sempurna jika pelaksanaan salat dilakukan dengan menghadap arah kiblat yang tepat," jelasnya.
Baca Juga: Tekan Angka Kasus HIV/Aids Remaja, KPA Tulungagung Gencar Sosialisasi di MPLS
Sementara itu, salah satu Penyuluh Agama, Yasin menambahkan, pengukuran arah kiblat menggunakan alat sederhana seperti lot atau bandul, kompas dan busur derajat. Kemenag Tulungagung melakukan pengamatan di dua titik.
"Untuk metode pengamatan secara langsung ditemukan sudut arah kiblat diangka 24 derajat dari arah barat ke utara," imbuhnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama, Syafa'an mengungkapkan, selain menggunakan metode pengamatan langsung, juga dapat menggunakan rumus segitiga dengan membandingkan titik koordinat pengamatan dan koordinat Ka'bah di Mekah.
Baca Juga: Empat SD di Tulungagung Tak Dapat Siswa Baru, Tunjangan Guru Batal Cair
"Titik koordinat biasanya menggunakan lokasi di kecamatan. Hasilnya, didapatkan arah kiblat sekitar 24 derajat dari arah barat ke utara," paparnya.
Apabila masyarakat ingin melakukan pengukuran arah kiblat secara resmi, mereka dapat mengajukan permohonan ke Kemenag Tulungagung yang diketahui oleh kepala desa setempat. Nantinya akan diterjunkan tim teknis untuk pengukuran arah kiblat di lapangan.
Editor : Bramanta