Kamis, 16 Jul 2026 12:18 WIB

Terancam Ditutup Kades, Pengelola Wisata Kalijompo Jember Melawan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 11 Jul 2026 18:30 WIB
Pengunjung memadati area Wisata Kalijompo, Jember. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Pengunjung memadati area Wisata Kalijompo, Jember. (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Rencana penutupan objek wisata alam Kalijompo oleh Kepala Desa (Kades) Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Abdul Gafur, memicu penolakan keras dari pihak pengelola. Rencana tersebut dinilai sepihak dan mengancam mata pencaharian puluhan warga lokal yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata tersebut.

Pengelola Wisata Kalijompo, Zainul Muhtadi, mengaku heran dengan sikap sang Kades yang mengklaim bahwa penutupan itu didasari oleh keluhan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Yang jelas itu sepihak. Karena oknum-oknum tersebut mengatasnamakan masyarakat, sedangkan masyarakat yang beraktivitas di Wisata Kalijompo murni warga sekitar," katanya, Sabtu (11/7/2026).

Zainul membeberkan, penutupan wisata akan mematikan roda ekonomi lokal. Saat ini, terdapat 16 lapak UMKM yang mempekerjakan sekitar 40 warga, ditambah 27 orang warga yang aktif bertugas sebagai petugas wisata.

Artinya, secara total ada lebih dari 60 orang yang bekerja di wisata Kalijompo, dan mereka semua memiliki keluarga yang harus dihidupi. Maka, kata dia, sangat aneh jika Kades justru ingin menutup sumber penghidupan warganya.

Pihak pengelola juga menepis keras alasan Kades yang menyebut Wisata Kalijompo sebagai biang kerusakan jalan dan kemacetan, serta beroperasi tanpa izin.

Terkait kerusakan jalan, Zainul menegaskan bahwa pengunjung wisata mayoritas menggunakan kendaraan pribadi (mobil kecil) yang tidak merusak aspal. Menurutnya, kerusakan justru dipicu oleh truk bermuatan berat pengangkut batu dan kayu yang kerap melintas di jalur tersebut.

"Menurut saya bukan pengunjung yang merusak jalan. Tetapi truk muatan yang tonasenya berat, seperti truk angkut kayu dan batu. Juga tidak ada pembuktian kalau yang merusak jalan itu pengunjung wisata," sambungnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Untuk mengatasi kemacetan yang biasa terjadi pada akhir pekan, pengelola juga mengklaim telah menyiagakan sekitar 12 petugas khusus untuk mengatur lalu lintas di sepanjang jalur masuk.

Sementara terkait perizinan, Zainul membeberkan sejarah berdirinya Kalijompo. Awal perintisan wisata ini turut didampingi oleh Anggota DPRD Jember, Nyoman Aribowo. Bahkan, Kepala Dinas Pariwisata Jember saat itu, Bambang Rudianto, menyarankan agar wisata tersebut beroperasi terlebih dahulu untuk melihat potensi perputaran ekonominya.

"Yang penting kegiatan berjalan dulu dan kalau masalah izin nanti kalau wisata benar-benar bisa berjalan secara permanen. Sarannya Pak Rudi, yang penting bisa mengangkat perekonomian masyarakat sekitar dulu," lanjutnya.

Zainul juga mengaku bahwa pihaknya tidak berdiam diri. Pengelola telah dua kali mengajukan proposal resmi ke pihak desa untuk legalitas dan kolaborasi, namun selalu ditolak dan tidak mau ditandatangani oleh Kades.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Penolakan kades untuk membina wisata yang sudah berjalan ini memunculkan kecurigaan di kalangan warga. Zainul menduga ada upaya dari kepala desa setempat untuk mengambil alih pengelolaan Wisata Kalijompo.

"Itu masih ada berkas-berkasnya, bukan kita sembarangan ngomong dan ini bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Puncak ketegangan terjadi pada Jumat (10/7/2026), saat Kades Klungkung beserta rombongan mendatangi lokasi wisata. Namun, ketika Zainul dan warga mencoba mengajak berdialog terkait isu penutupan, Kades memilih bungkam.

"Seharusnya kita duduk bersama, berdialog atau adu agumen, apa yang menjadi kegelisahan hati seorang Kades kepada warganya," tegasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Warga disarankan untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.