Minggu, 28 Jun 2026 16:23 WIB

Demo Indonesia Sekarat Kepung Grahadi, Massa Soroti MBG Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 26 Jun 2026 20:00 WIB
Suasana aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Fatkur Rizky/jatimnow.com)
Suasana aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Fatkur Rizky/jatimnow.com)

jatimnow.com -  Suara pengeras menggema di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). Seratusa  orang yang tergabung dalam aksi "Warga Surabaya Turun Ke Jalan" memadati Jalan Gubernur Suryo sambil menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Aksi dimulai dengan long march dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel). Setibanya di depan Grahadi sekitar pukul 16.20 WIB, peserta langsung membentuk barisan menghadap gedung gubernur. Aktivitas itu membuat seluruh ruas Jalan Gubernur Suryo untuk sementara tidak dapat dilintasi kendaraan.

Baca Juga: Satpam Salah Injak Pedal, Mobil MBG Tabrak Tembok SPPG di Jember

Secara bergantian, para peserta menyampaikan orasi. Mereka menilai sejumlah program pemerintah belum menjawab kebutuhan masyarakat.

"Dikira kita bodoh. Kalau tidak jelas programnya, hapuskan saja," seru salah satu orator dari atas mobil komando.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang paling disorot. Menurut massa, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka bahkan meminta program tersebut dihentikan apabila pelaksanaannya tidak mengalami perbaikan.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

"Kalau enggak ada perubahan, lebih baik dibatalkan," ucap orator yang langsung disambut tepuk tangan peserta aksi.

Selain menyoroti MBG, demonstran juga membawa sederet tuntutan lain. Mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, penghentian reklamasi Surabaya Waterfront Land, hingga peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan.

Massa juga menuntut pemerintah membuka lapangan kerja yang layak, menyediakan transportasi publik yang gratis dan inklusif, membebaskan tahanan politik, serta menghentikan keterlibatan TNI dalam urusan sipil.

Baca Juga: 1.500 Mahasiswa Demo di Surabaya, Soroti Kondisi Negara dan Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, Kasubnit 1 Turjawali Polrestabes Surabaya, Ipda Purwono, membenarkan pihak kepolisian telah menerima surat pemberitahuan aksi tersebut dari aliansi Arek Surabaya Cinta Kerukunan. Aparat disiagakan untuk mengamankan jalannya demonstrasi sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Hingga sore, massa masih bertahan di depan Grahadi. Orasi berlangsung bergantian di bawah pengawalan aparat kepolisian, sementara arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas jalan di sekitar pusat Kota Surabaya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

PMI Jember dan Jepang Evaluasi Program Kesiapsiagaan serta Pengurangan Risiko Bencana

jatimnow.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama mitranya dari Jepang melakukan evaluasi terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan

DASS 100 Tahun Gontor Pukau Ribuan Penonton, Santri dan Guru Tampil Spektakuler

Beragam pertunjukan seni disajikan secara megah, mulai dari teater, reog, tari-tarian nusantara, tari mancanegara seperti Jepang dan India, hingga konser musik.

Dinsos Kota Probolinggo: Penerima Bansos Terlibat Judi Online Bakal Dicoret

“Kalau ada penerima bansos yang main judol bisa dilaporkan ke kita," ujar Siti Romlah.

Surabaya Cerah Sepanjang Hari, Akhir Pekan Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan

Tidak terlihat indikasi hujan pada rentang waktu prakiraan yang ditampilkan BMKG Juanda.

Usai Kerjakan Skripsi, Mahasiwi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Usai pulang dari kampus, korban bersama temannya datang ke kos untuk mengerjakan tugas skripsi.

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Probolinggo-Besuki Kini Cuma Sejam

Konstruksi utama Jalan Tol Prosiwangi Tahap 1 (Gending-Besuki) telah rampung 100 persen. Jasa Marga memastikan waktu tempuh ke wilayah timur Jawa akan terpangkas signifikan.