Selasa, 23 Jun 2026 18:15 WIB

Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 21 Jun 2026 09:00 WIB
Ribuan massa dukung MBG aksi di depan Kantor DPRD. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Ribuan massa dukung MBG aksi di depan Kantor DPRD. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan warga dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai wilayah di Jember mendatangi kantor DPRD setempat, Sabtu (20/6/2026). Mereka meminta agar program Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan. Massa mengakui program ini memang perlu dievaluasi tapi bukan dihentikan.

"Jika ada kesalahan perbaiki, jika ada yang tidak sesuai evaluasi. Kami menolak MBG, KDKMP, dan sekolah rakyat ditutup," kata Ahmad Sudiyono salah satu orator, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Mereka keberatan apabila pemerintah menutup program yang berpihak kepada rakyat tersebut. Terlebih kini mereka bisa bekerja disana.

"Terbukti program MBG mengentaskan kemiskinan, dan mensejahterakan semua rakyat. Yang biasanya di rumah dan tidak bekerja, karena MBG sekarang bekerja," serunya.

"Ini program yang langsung menyentuh akar rumput, menyentuh rakyat, dan menyentuh semua rumah tangga, baik kota maupun pelosok. Kami datang kesini, bukan hanya aksi, tapi menyampaikan beberapa aspirasi," lanjutnya.

Sedangkan, Anggota Satgas MBG Kabupaten Jember, Ahmad Hoirozi mengatakan, pihaknya telah mendengar beberapa pernyataan sikap yang disampaikan, baik yang penolakan kemarin dan saat ini dukungan program MBG.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

"Karena memang program strategis Bapak Presiden Prabowo sangat dirasakan. Banyak yang mendukung program MBG, mengangkat taraf hidup rakyat menengah ke bawah, menyekolahkan anak, bisa bayar hutang angsuran tadi juga sampaikan," ungkapnya.

"Satgas MBG mendukung sepenuhnya gerakan ini, karena ini program mulia. Kalau ada permaslahan dapur, kita perbaiki kedepan, bukan program dihentikan tapi dievaluasi. Memang banyak dapur yang kurang-kurang, tapi akan diperbaiki kedepan," lanjutnya.

Mengingat program MBG masih berjalan sekitar setahunan, Rozi menyatakan kedepan akan melakukan pendataan mana SPPG yang kurang layak atau yang belum memenuhi SOP

Baca Juga: Usung Empat Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jember

Jadi menurutnya, dalam libur sekolah yang direncakanan MBG sementara waktu diliburkan akan dimanfaatkan untuk dilakukan evaluasi atau perbaikan.

"Jadi kalau tutup sementara kita hormati, karena memang harus diperbaiki yang kurang. Bahkan ditengarai ada dapur fiktif, namun belum terdeteksi, makanya libur nanti pasti ketemu. Nanti kita bergerak lagi, jadi kita leluasa kalau libur ini," tegasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.