1.500 Mahasiswa Demo di Surabaya, Soroti Kondisi Negara dan Kebijakan Pemerintah
- Penulis : Yanuar D
- | Rabu, 17 Jun 2026 18:25 WIB
jatimnow.com - Sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (17/6/2026) siang. Di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, hingga Universitas Trunojoyo Madura.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa berbagai spanduk berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini semakin membebani masyarakat. Selain itu, massa juga mendesak penghentian Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Grahadi
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR), M. Rizqi Senja V, mengatakan mahasiswa turut menuntut pencabutan UU Polri dan UU TNI serta menolak praktik militerisme di ranah sipil.
“Selain itu kami juga menuntut dicabutnya UU Polri dan UU TNI. Kami juga menolak militerisme di ranah sipil,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) M. Rizqi Senja V.
Menurut mahasiswa, ruang demokrasi saat ini semakin menyempit. Mereka menilai tindakan represif terhadap kritik masih terjadi, sementara keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat dianggap semakin lemah.
Dalam aksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 14.00 WIB itu, massa tidak meminta ditemui pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Senja menilai pertemuan dengan pejabat selama ini tidak menghasilkan perubahan yang signifikan.
“Kami tidak minta ditemui oleh pejabat siapapun karena kami merasa walau pejabat menemui tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami. Jadi goalsnya nanti kami memberikan edukasi dan penyadaran bagi masyarakat luas bahwasannya negara hari ini tidak baik-baik saja,” jelas Senja.
Baca Juga: Rakyat Surabaya Menggugat, Pedagang-Ojol Suarakan Keresahan di Taman Apsari
Melalui aksi tersebut, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi bangsa dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk gerakan, baik melalui demonstrasi, petisi, maupun cara lainnya.
“Kami mahasiswa mengajak masyarakat luas harus memperhatikan bahwa hari ini negara diambil alih kroni-kroni yang mementingkan perut mereka sendiri. Dan hari ini kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat turun, entah dalam bentuk apapun, entah demontrasi di jalan, membuat petisi, entah cara yang lain dipersilakan. Ayo sama-sama bergerak, hari ini pemerintah sedang tidak baik-baik saja, negara sedang tidak baik-baik saja,” terang Senja.
Saat ditanya mengenai batas waktu yang diberikan kepada pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut, Senja menyatakan pesimismenya terhadap kemampuan pemerintah dalam memperbaiki kondisi negara. Meski begitu, ia tetap berharap pemerintah segera melakukan pembenahan.
Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan
“Pun saat kita berikan tenggat Mensesneg sudah bilang, katanya tidak semua perubahan itu pakai tenggat, itu bentuk pesimistis dari pemerintah hari ini, makanya kita beri tenggat atau tidak pemerintah akan selalu pesimistis terhadap kondisi negara hari ini. Itu merupakan salah satu bentuk kekuasaan hari ini betul-betul tidak kompeten dalam mengelola negara, pun kalau misal ditanya tenggat kami minta hari ini diperbaiki, kami minta besok diperbaiki dan selamanya diperbaiki,” tandasnya.
Di tengah jalannya aksi, sempat muncul sekelompok massa berpakaian hitam yang tidak tergabung dalam aliansi mahasiswa. Kelompok tersebut membakar spanduk dan botol-botol bekas, kemudian menyampaikan orasi singkat serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan.
Menyikapi situasi tersebut, aliansi mahasiswa memilih mundur dari barisan aksi. Menjelang sore, sekitar pukul 16.45 WIB, massa secara bertahap membubarkan diri dan situasi tetap berlangsung aman serta kondusif.
Editor : Yanuar D