Senin, 22 Jun 2026 18:50 WIB

1.500 Mahasiswa Demo di Surabaya, Soroti Kondisi Negara dan Kebijakan Pemerintah

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 17 Jun 2026 18:25 WIB
Suasana demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Istimewa)
Suasana demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (17/6/2026) siang. Di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, hingga Universitas Trunojoyo Madura.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa berbagai spanduk berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini semakin membebani masyarakat. Selain itu, massa juga mendesak penghentian Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Grahadi

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR), M. Rizqi Senja V, mengatakan mahasiswa turut menuntut pencabutan UU Polri dan UU TNI serta menolak praktik militerisme di ranah sipil.

“Selain itu kami juga menuntut dicabutnya UU Polri dan UU TNI. Kami juga menolak militerisme di ranah sipil,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) M. Rizqi Senja V.

Menurut mahasiswa, ruang demokrasi saat ini semakin menyempit. Mereka menilai tindakan represif terhadap kritik masih terjadi, sementara keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat dianggap semakin lemah.

Dalam aksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 14.00 WIB itu, massa tidak meminta ditemui pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Senja menilai pertemuan dengan pejabat selama ini tidak menghasilkan perubahan yang signifikan.

“Kami tidak minta ditemui oleh pejabat siapapun karena kami merasa walau pejabat menemui tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami. Jadi goalsnya nanti kami memberikan edukasi dan penyadaran bagi masyarakat luas bahwasannya negara hari ini tidak baik-baik saja,” jelas Senja.

Baca Juga: Rakyat Surabaya Menggugat, Pedagang-Ojol Suarakan Keresahan di Taman Apsari

Melalui aksi tersebut, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi bangsa dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk gerakan, baik melalui demonstrasi, petisi, maupun cara lainnya.

“Kami mahasiswa mengajak masyarakat luas harus memperhatikan bahwa hari ini negara diambil alih kroni-kroni yang mementingkan perut mereka sendiri. Dan hari ini kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat turun, entah dalam bentuk apapun, entah demontrasi di jalan, membuat petisi, entah cara yang lain dipersilakan. Ayo sama-sama bergerak, hari ini pemerintah sedang tidak baik-baik saja, negara sedang tidak baik-baik saja,” terang Senja.

Saat ditanya mengenai batas waktu yang diberikan kepada pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut, Senja menyatakan pesimismenya terhadap kemampuan pemerintah dalam memperbaiki kondisi negara. Meski begitu, ia tetap berharap pemerintah segera melakukan pembenahan.

Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan

“Pun saat kita berikan tenggat Mensesneg sudah bilang, katanya tidak semua perubahan itu pakai tenggat, itu bentuk pesimistis dari pemerintah hari ini, makanya kita beri tenggat atau tidak pemerintah akan selalu pesimistis terhadap kondisi negara hari ini. Itu merupakan salah satu bentuk kekuasaan hari ini betul-betul tidak kompeten dalam mengelola negara, pun kalau misal ditanya tenggat kami minta hari ini diperbaiki, kami minta besok diperbaiki dan selamanya diperbaiki,” tandasnya.

Di tengah jalannya aksi, sempat muncul sekelompok massa berpakaian hitam yang tidak tergabung dalam aliansi mahasiswa. Kelompok tersebut membakar spanduk dan botol-botol bekas, kemudian menyampaikan orasi singkat serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan.

Menyikapi situasi tersebut, aliansi mahasiswa memilih mundur dari barisan aksi. Menjelang sore, sekitar pukul 16.45 WIB, massa secara bertahap membubarkan diri dan situasi tetap berlangsung aman serta kondusif.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.