PMI Jember dan Jepang Evaluasi Program Kesiapsiagaan serta Pengurangan Risiko Bencana
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 28 Jun 2026 10:15 WIB
jatimnow.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama mitranya dari Jepang melakukan evaluasi terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang telah berjalan selama tiga tahun.
Evaluasi paruh waktu ini dilaksanakan untuk mengukur kinerja, tata kelola, dan kualitas program secara komprehensif. Hasil evaluasi diharapkan menjadi landasan strategis bagi manajemen dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi program pada periode berikutnya.
Baca Juga: Aksi Progib Jember Dukung Program MBG, Desak Evaluasi Tata Kelola
Kegiatan evaluasi dilakukan secara serentak di tiga desa, yaitu Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Proses evaluasi menggunakan berbagai metode, mulai dari pendekatan evaluatif, pengumpulan data lapangan, hingga penelaahan dokumen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tujuan, strategi, dan intervensi program masih relevan dengan kebutuhan penerima manfaat, kondisi risiko bencana, kebijakan pemerintah, serta prioritas PMI dan Japanese Red Cross Society (JRCS). Evaluasi juga mempertimbangkan kesesuaian pendekatan program terhadap perkembangan kondisi dan tantangan di wilayah sasaran.
Evaluasi bersama PMI dan JRCS berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi langsung ketiga desa tersebut.
Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis
“Evaluasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perubahan yang telah terjadi, termasuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, perilaku, kesiapsiagaan, serta penguatan sistem dan mekanisme yang mendukung ketangguhan sekolah dan masyarakat,” ujar Koordinator Lapangan SCR PMI Jember, Weni Catur, Jumat (26/6/2026).
Secara umum, kerja sama PMI Jember dan PMI Jepang difokuskan pada penguatan kapasitas di tingkat lapangan. Program yang dijalankan meliputi pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga, peningkatan kapasitas relawan PMI, penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah, serta pengembangan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas.
Ketua PMI Jember, Zainollah, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PMI Jepang telah berlangsung selama tiga tahun. Saat ini program telah memasuki bulan ke-18 atau pertengahan masa pelaksanaan, sehingga evaluasi bersama dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi program pada 18 bulan berikutnya hingga kerja sama berakhir.
Baca Juga: Kodim 0824 Jember Fasilitasi Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis
“Kerja sama antara PMI Jember dan PMI Jepang berlangsung selama tiga tahun. Saat ini program telah berjalan 18 bulan atau setengah dari masa pelaksanaan, sehingga PMI dan JRCS melakukan evaluasi bersama untuk mengoptimalkan program pada 18 bulan berikutnya hingga kerja sama selesai,” ujarnya.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi peta jalan perbaikan taktis bagi PMI dan JRCS guna memastikan tercapainya ketangguhan sekolah dan komunitas secara optimal hingga berakhirnya masa kerja sama pada 2027.
Editor : Yanuar D