Senin, 15 Jun 2026 12:53 WIB

Ikatan Keluarga Madura Prihatin Masih Ada yang Kritik Suramadu Gratis

Ketua Umum Ikama HM. Rawi.
Ketua Umum Ikama HM. Rawi.

jatimnow.com - Ketua Umum Ikatan Keluarga Madura (Ikama) HM. Rawi mengaku prihatin karena masih ada beberapa tokoh yang kontra terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang menggratiskan tarif Suramadu.

Bahkan, ia mengatakan apabila ada pejabat publik atau tokoh di Indonesia ini yang masih menyoal kebijakan itu, maka perlu diragukan nasionalismenya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

“Saya secara pribadi dan Ikama sangat prihatin jika ada pejabat publik yang mempertanyakan lagi kebijakan pembebasan biaya di Suramadu,” tutur HM Rawi kepada wartawan di Surabaya, Selasa (30/10/2018).

Padahal, lanjut dia, maksud dan tujuan pemerintah pusat menggratiskan tarif itu untuk meningkatkan investasi di Madura maupun di Jawa Timur.

“Penggratisan ini merupakan berkah luar biasa bagi rakyat, khususnya di Pulau Garam itu,” tegasnya.

Bahkan, ia memastikan bahwa kebijakan Presiden Jokowi itu merupakan sejarah bagi warga Madura. Sebab, sebelum ada jembatan, harus membayar kapal ferry.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Menurut saya ini hal yang luar biasa. Ini sama dengan warga Madura merasakan kemerdekaan. Dulu ada jembatan harus bayar, sampai turun tarifnya 50 persen dan sekarang benar-benar gratis,” ucapnya.

Dia meyakini penggratisan tersebut akan berdampak pada investor akan banyak yang masuk ke Madura dengan membangun insfrastruktur dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Nah, jika orang-orang Madura memiliki pekerjaan dan mendapatkan gaji layak, maka kriminalitas di sana akan semakin berkurang. Ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat tentang citra negatif dalam hal keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Madura,” katanya.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi-Ma’ruf (RJM), Syaiful Ma’arif menambahkan pembebasan tarif Jembatan Suramadu itu merupakan komitmen Presiden untuk bersama-sama berupaya membangun Madura menjadi daerah yang pendapatan di bidang ekonomi.

Pihaknya juga berjanji akan bekerja sama dengan kalangan kampus, seperti Universitas Trunojoyo Madura di Bangkalan, Universitas Madura di Pamekasan dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Pulau Madura untuk membangun dari sisi sumber daya manusia (SDM).

“Jangan sampai Madura itu menjadi yang terendah ekonominya dibanding daerah lain di Jawa Timur. Ke depannya, kami akan bahu-membahu bersama kalangan akademisi dan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna mencetak SDM lebih berkualitas,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.