Rabu, 22 Jul 2026 08:22 WIB

Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Gelombang operasi rokok ilegal yang kian masif memicu reaksi keras dari pelaku industri tembakau akar rumput.

Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, meluncurkan lima mandat strategis bertajuk PANCA AMPERA (Lima Amanat Petani Tembakau Madura – Nusantara).

Baca Juga: Operasi BKC Ilegal di Kediri, Petugas Temukan Ribuan Batang Rokok Polos

Deklarasi ini muncul sebagai respons atas situasi lapangan yang kian menghimpit jutaan petani dan pelaku usaha kecil.

Gus Lilur menegaskan bahwa kebijakan industri tembakau saat ini butuh keberpihakan nyata, bukan sekadar hitungan angka di atas kertas.

"Ini suara dari bawah. Petani, buruh, dan pelaku UMKM adalah fondasi industri tembakau nasional yang selama ini memikul beban paling berat," ujar Gus Lilur, Senin (13/4).

Poin pertama dalam Panca Ampera menuntut penghentian kriminalisasi terhadap pengusaha rokok pribumi.

Gus Lilur melihat adanya ketimpangan penegakan hukum yang sering kali memukul rata pelaku usaha kecil dengan sindikat besar.

Menurutnya, banyak UMKM rokok yang terpaksa berada di zona abu-abu karena sistem regulasi yang rumit dan tarif cukai yang tidak masuk akal bagi skala rakyat.

Baca Juga: Film Foufo Angkat Talenta Surabaya dan Madura, Tayang 9 Juli

"Jangan jadikan pengusaha pribumi sebagai musuh. Mereka sedang berjuang bertahan hidup di tengah kepungan aturan yang tidak ramah," tegasnya.

Meski membela pelaku usaha lokal, Gus Lilur tetap mendukung pembersihan rokok ilegal. Namun, ia memberikan catatan tebal, penindakan tidak akan efektif tanpa perbaikan sistem.

Ia mendesak pemerintah segera merealisasikan Cukai Khusus Rokok Rakyat, sebuah janji yang pernah diutarakan Menteri Keuangan. Skema cukai khusus ini diyakini menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil untuk melegalkan diri tanpa tercekik biaya.

"Rokok ilegal merusak ekosistem. Solusinya bukan cuma ditangkap, tapi beri mereka jalur legal yang terjangkau. Kalau jalannya terbuka dan murah, mereka pasti memilih jalur resmi," jelasnya.

Baca Juga: Gus Lilur: Muktamar NU ke-35 Harus Hidupkan Semangat Piagam Jakarta

Dalam jangka panjang, Gus Lilur mendorong percepatan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Tembakau Madura. Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi yang mampu mengubah Madura dari sekadar penyedia bahan baku menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi.

Menutup mandatnya, Gus Lilur mengingatkan bahwa muara dari semua kebijakan haruslah kesejahteraan petani.

Selama ini, petani tembakau kerap menjadi pihak paling rapuh yang dihantam fluktuasi harga tanpa perlindungan negara yang memadai.

"Negara harus hadir menjamin harga layak bagi petani. Jika fondasinya (petani) rapuh, seluruh rantai industri tembakau nasional akan ikut runtuh," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.