Rabu, 17 Jun 2026 21:59 WIB

Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

  • Penulis : Yanuar D
  • | Jumat, 12 Jun 2026 19:30 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Jumat (12/06/2026). Dalam arahannya, Mbak Vinanda menjelaskan Sensus Ekonomi merupakan upaya komprehensif negara untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia. Mulai dari usaha mikro di lingkungan permukiman, toko kelontong, UMKM kuliner, industri kreatif, jasa, perdagangan, hingga perusahaan besar dan berbagai kegiatan ekonomi nonpertanian lainnya.

Dengan sensus ini, akan terkumpul data dasar mengenai karakteristik usaha, struktur ekonomi, hingga potensi dan tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha. "Melalui potret data ini pemerintah dapat menyusun kebijakan seperti apa yang tepat sasaran. Sementara bagi pelaku usaha dapat memahami peluang pasar serta meningkatkan daya saing usahanya," jelasnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mbak Vinanda mengungkapkan saat ini berada di era yang bergerak sangat cepat. Terdapat tiga faktor utama yang menuntut untuk segera memperbarui lanskap data ekonomi nasional. Pertama, transformasi ekonomi dan digitalisasi usaha. Kedua, perubahan struktur dan dinamika global. Ketiga, kebutuhan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan berkualitas. Semua tidak bisa lagi mengandalkan data lama. Kebutuhan akan basis data yang lengkap, mutakhir, dan bervaliditas tinggi sudah menjadi harga mati untuk mengambil keputusan yang tepat sasaran.

"Inilah urgensi mengapa Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat krusial," ungkapnya.

Sensus Ekonomi 2026 ini menargetkan tiga tujuan penting. Yakni, menyediakan informasi struktur ekonomi, menyediakan informasi karakteristik usaha, dan menyediakan informasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Sensus ini membantu pemerintah dalam merancang pembangunan yang lebih baik melalui penyediaan data ekonomi yang akurat. Data tersebut memastikan program dan kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Bagi pelaku usaha data ini dapat menjadi panduan untuk melihat peluang pasar, mengidentifikasi kompetitor, dan merencanakan strategi pengembangan usaha. Bagi pemerintah Data Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi potensi ekonomi, menentukan prioritas pembangunan, dan meningkatkan kualitas layanan publik," paparnya

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Wali kota termuda ini menegaskan, pelaku usaha dan masyarakat memiliki peran penting dalam keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Setiap informasi atau data yang diberikan kepada petugas sensus merupakan kontribusi nyata bagi masa depan ekonomi Kota Kediri yang lebih baik.

“Mari kita sambut petugas sensus dengan ramah dan berikan informasi yang benar, lengkap, serta jujur. Jangan ragu dan khawatir karena data yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Mbak Wali memberikan apresiasi kepada BPS Kota Kediri beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Serta kepada seluruh petugas lapangan yang akan bertugas di garis depan menyapa dan mendata masyarakat.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

“Tugas Bapak Ibu di sini tidak ringan dibutuhkan dedikasi, integritas, ketelitian, dan semangat pelayanan. Agar data yang dikumpulkan berkualitas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menambahkan Sensus Ekonomi ini adalah agenda 10 tahunan di Indonesia. Pelaksanaan di tahun 2026 ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, selain memotret kondisi ekonomi rumah tangga juga memotret kondisi usaha serta akan mengupdate data pertanian. Kegiatan Sensus Ekonomi ini sudah diawali sejak 1 Mei, yakni organik BPS melakukan pendataan khusus usaha menengah dan besar. Di tanggal 15 Juni - 31 Agustus nanti akan ada 206 petugas yang terjun di masyarakat. Para petugas ini sudah dilatih dan nanti di lapangan mereka tidak menggunakan kertas namun dengan gadgetnya. Pendataan dilakukan door to door. Seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Kediri telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami sangat butuh dukungan seluruh pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Target kami pelaksanaan ini tidak hanya selesai tetapi juga tuntas dan menghasilkan data berkualitas. Harapannya hasil dari Sensus Ekonomi ini menjadi refrensi terupdate bagaimana merancang ekonomi yang lebih dinamis dan produktif untuk menuju Kota Kediri MAPAN," imbuhnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.