Senin, 22 Jun 2026 12:22 WIB

Fenomena Bediding Melanda Kediri Raya, Tingkatkan Risiko ISPA

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 11 Jun 2026 20:00 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat Kota Kediri belakangan merasakan suhu udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding tersebut merupakan kondisi yang wajar terjadi saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.

Baca Juga: BPBD Kota Kediri Latih Murid dan Guru SLB Putra Asih Mitigasi Bencana

"Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia," jelas Joko, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, karakteristik udara yang dingin dan kering tersebut mengurangi pembentukan awan. Akibatnya, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tanpa terhalang lapisan awan, sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG Dhoho Kediri yang memprediksi fenomena bediding akan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni sekitar bulan Mei hingga September. Selain menyebabkan suhu udara lebih dingin, fenomena ini juga berdampak pada menurunnya kelembapan udara dan meningkatnya kecepatan angin.

"Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia," ujarnya.

Untuk itu, Joko mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan selama fenomena bediding berlangsung. Masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Pantau Pladu Sungai Brantas, Pemkot Kediri Imbau Warga Utamakan Keselamatan

BPBD Kota Kediri juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi bersama sejumlah perangkat daerah. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BPBD melakukan koordinasi terkait potensi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. DKPP telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, salah satunya dengan melakukan penyesuaian pola tanam dan pola panen guna mengurangi risiko gagal panen.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan PDAM Tirta Dhaha untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas beberapa titik sumur bor yang dapat dimanfaatkan apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih.

Di sektor kesehatan, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama fenomena bediding berlangsung. Sementara itu, informasi perkembangan cuaca terkini dari BMKG secara rutin diteruskan kepada DKPP dan Dinas Kesehatan sebagai bahan antisipasi dan penanganan.

Baca Juga: BPBD Kota Kediri Selesaikan Penanganan Dampak Hujan Angin Jumat Sore

Joko juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini," tegasnya.

Apabila masyarakat menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan terkait dampak musim kemarau, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Lapor Mbak Wali 112 yang akan meneruskan laporan kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.