Kamis, 18 Jun 2026 03:16 WIB

IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Pengunjung mengamati mesin woodworking otomatis yang mendemonstrasikan proses pembentukan komponen furnitur berbahan kayu pada IndoWood Expo 2026 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pengunjung mengamati mesin woodworking otomatis yang mendemonstrasikan proses pembentukan komponen furnitur berbahan kayu pada IndoWood Expo 2026 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - IndoWood Expo 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 4–6 Juni 2026, di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Pameran yang berfokus pada industri furnitur, pengolahan kayu, dan teknologi woodworking tersebut mencatat 2.049 pengunjung serta menghadirkan 45 brand dari delapan negara.

Capaian tersebut memperlihatkan tingginya minat pelaku industri terhadap teknologi dan inovasi yang dinilai semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing di pasar global.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Penyelenggaraan tahun kedua IndoWood Expo menjadi wadah pertemuan pelaku industri furnitur, manufaktur kayu, distributor, eksportir, desainer, akademisi, asosiasi, hingga pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Berbagai teknologi terbaru ditampilkan dalam pameran, mulai dari mesin pengolahan kayu, peralatan dan aksesori woodworking, bahan baku, teknologi finishing, hingga perangkat lunak dan sistem produksi berbasis komputer.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, mengatakan transformasi industri menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Persaingan global saat ini tidak lagi hanya antarperusahaan, melainkan antar ekosistem industri. Melalui IndoWood Expo, kami ingin mendorong pelaku industri agar lebih siap menghadapi perubahan dengan memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi produksi, serta membangun kolaborasi yang lebih kuat di seluruh rantai nilai industri,” kata Sobur.

IndoWood Expo 2026 menghadirkan berbagai teknologi manufaktur terkini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri furnitur nasional. (Ali Masduki/jatimnow.com)IndoWood Expo 2026 menghadirkan berbagai teknologi manufaktur terkini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri furnitur nasional. (Ali Masduki/jatimnow.com)

Selain pameran, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah program pendukung yang membahas perkembangan industri terkini. Agenda tersebut meliputi seminar Furniture Industry Today – Efisiensi, Teknologi, dan Peluang Pasar, seminar penerapan teknologi tepat guna untuk mempercepat proses produksi furnitur, workshop teknologi finishing, hingga forum jejaring bisnis melalui IndoWood Night.

Baca Juga: Indowood Expo 2026 Dibuka di Surabaya, Jatim Bidik Pasar Ekspor Global

General Manager Dyandra, Topan Lazuardi, menilai pameran tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat industri furnitur dan pengolahan kayu nasional melalui perluasan akses teknologi dan jejaring usaha.

“Pameran selama tiga hari ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri nasional, baik melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan bisnis dan pasar internasional, maupun percepatan adopsi teknologi modern pada sektor furnitur, woodworking machinery, dan produk berbasis kayu Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Director Pablo Publishing & Exhibition, William Pang, menyebut antusiasme peserta dan pengunjung menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri furnitur dan woodworking di Indonesia.

“Kebutuhan industri terhadap teknologi, inovasi, dan kolaborasi internasional terus meningkat. Kami berharap IndoWood Expo dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku industri Indonesia dengan perkembangan teknologi global serta peluang pasar internasional,” katanya.

Baca Juga: XLSMART Genap Setahun, Jaringan dan 5G Makin Luas

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini memperkuat posisi IndoWood Expo sebagai salah satu agenda penting industri woodworking dan furnitur nasional.

Selain mendorong modernisasi sektor manufaktur, pameran tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan ekspor produk furnitur dan pengolahan kayu Indonesia.

Melanjutkan momentum tersebut, penyelenggara memastikan IndoWood Expo 2027 akan kembali digelar pada 24–26 Juni 2027 dengan target partisipasi yang lebih luas serta menghadirkan lebih banyak inovasi dan peluang kerja sama bisnis bagi pelaku industri.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.