Sabtu, 20 Jun 2026 23:02 WIB

Pemerintah Diminta Lobi PBB untuk Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel

Salah satu jurnalis Republika, Thoudy Badai yang turut ditangkap militer Israel. (Foto: WAG)
Salah satu jurnalis Republika, Thoudy Badai yang turut ditangkap militer Israel. (Foto: WAG)

jatimnow.com – Tindakan militer Israel yang mencegat armada bantuan kemanusiaan tujuan Jalur Gaza di perairan internasional memicu reaksi keras dari parlemen Indonesia. Dalam insiden tersebut, Israel dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis kemanusiaan, termasuk dua jurnalis asal Indonesia dari Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, secara terbuka mengecam keras arogansi militer Israel tersebut. Ia mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik yang cepat dan tegas guna membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang turut ditahan.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

"Saya mengecam ulah Israel ini. Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak Dewan Keamanan PBB dan Amerika Serikat melobi Israel agar segera membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut," tegas Sukamta melalui siaran tertulisnya, Senin (18/5/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai manuver pencegatan dan penangkapan tersebut sangat kontraproduktif. Terlebih, saat ini berbagai pihak tengah berupaya meredam eskalasi konflik di Timur Tengah, baik antara Palestina dengan Israel, maupun ketegangan yang melibatkan AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Borong Penghargaan di EuroMUN 2026 Belanda

Sukamta menegaskan, Israel seharusnya menghormati iklim perdamaian yang sedang diupayakan dunia internasional, bukan justru memancing konfrontasi baru di perairan internasional.

"Israel memang memiliki track record yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional. Tapi dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump, seharusnya sikap Israel juga setidaknya sejalan dengan upaya BoP untuk mewujudkan perdamaian di Palestina," ujarnya.

Baca Juga: AJI dan PFI Surabaya Kecam Pembajakan Kapal Global Sumud oleh Israel

Lebih lanjut, Sukamta mengingatkan komunitas global bahwa tindakan Israel menahan jurnalis dan relawan adalah pelanggaran serius. Sesuai dengan hukum humaniter internasional dan Piagam PBB, pekerja pers dan misi kemanusiaan memiliki kekebalan serta wajib dilindungi, bahkan di wilayah konflik atau situasi perang sekalipun.

"Instrumen hukum internasional yang ada sudah seharusnya cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis, serta membuka blokade bantuan kemanusiaan (ke Gaza)," pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.