Mahasiswa Indonesia Borong Penghargaan di EuroMUN 2026 Belanda
- Penulis : Ali Masduki
- | Sabtu, 23 Mei 2026 17:46 WIB
jatimnow.com - Empat mahasiswa Indonesia membawa pulang penghargaan dari ajang European Model United Nations (EuroMUN) 2026 yang berlangsung di Maastricht, Belanda, pada 14–17 Mei 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah mereka bersaing dengan 250 peserta dari 40 negara dalam forum simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa tingkat internasional.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Lobi PBB untuk Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Mereka adalah Rebecca Raphael Angelica Simorangkir dari Universitas Sanata Dharma, Nisriinaa Alyaa dari Universitas Brawijaya, Calista Trina Winata dari Universitas Padjadjaran, serta Lenka Melinda Florienka dari Politeknik Negeri Malang. Keempatnya merupakan penerima Djarum Beasiswa Plus 2024/2025.
Nisriinaa meraih penghargaan Best Delegate pada komite North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Rebecca juga memperoleh gelar Best Delegate untuk komite Disarmament and International Security Committee (DISEC).
Sementara Calista mendapatkan Honourable Mention di komite APEC dan Lenka menerima Verbal Commendation pada komite European Parliament.
“Pengalaman ini tidak akan terulang dua kali. Saya bersyukur bisa mendapat prestasi terbaik di kompetisi internasional dengan seluruh pendampingan yang diberikan,” kata Nisriinaa.
EuroMUN dikenal sebagai salah satu konferensi Model United Nations paling kompetitif di Eropa. Selama empat hari, peserta dituntut menguasai diplomasi, negosiasi, kemampuan akademik, hingga public speaking dalam simulasi sidang internasional yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Maastricht.
Sebelum berangkat ke Belanda, para delegasi mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan.
Baca Juga: Sosialisasikan PBB-P2, Bupati Tulungagung Minta Pajak Tak Disalahgunakan
Program tersebut mencakup simulasi sidang PBB, penguatan kepemimpinan, hingga kemampuan komunikasi internasional.
Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, mengatakan pelatihan dirancang agar mahasiswa mampu bersaing di tingkat global sekaligus siap menghadapi tantangan profesional setelah lulus kuliah.
“Program ini membuka kesempatan bagi Beswan Djarum untuk menguji kapasitas mereka di panggung internasional. Kami berharap pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan,” ujar Felicia.
Rebecca mengaku pelatihan tersebut membantunya bersaing dengan peserta dari berbagai negara, meski dirinya bukan mahasiswa hubungan internasional.
Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda-367 Tuntaskan Tugas Pamungkas PBB di Lebanon
“Saya berasal dari jurusan Sastra Inggris. Kesempatan mengikuti EuroMUN dan pelatihan selama enam bulan membuat saya percaya diri untuk bersaing dengan delegasi internasional,” tuturnya.
Penghargaan Best Delegate sendiri menjadi predikat tertinggi dalam konferensi MUN. Penilaian diberikan berdasarkan kemampuan diplomasi, negosiasi, pemahaman isu global, serta keaktifan dalam perdebatan dan penyusunan resolusi.
Selain empat peraih penghargaan, Delegasi Djarum Foundation juga diisi enam mahasiswa lain, yakni Evan Belsarun Haloho dari Universitas Sriwijaya, Felicia dari Universitas Kristen Maranatha, Gusti Ayu Made Devyna Maharani dari UPN Veteran Jawa Timur, Nadhlif Pelu dari UIN Sunan Ampel, Nanditha Setyaningrum dari IPB University, serta Rachelle Xaverine Nyomanto dari Universitas Lambung Mangkurat.
Bakti Pendidikan Djarum Foundation menyebut program International Exposure menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan global mahasiswa Indonesia melalui pengalaman langsung di forum internasional. Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus saat ini dibuka hingga 10 Juni 2026.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84766-mahasiswa-indonesia-borong-penghargaan-di-euromun-2026-belanda