Kamis, 18 Jun 2026 07:46 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp10,4 Miliar Untuk Warga Tulungagung

  • Penulis : Bramanta
  • | Jumat, 15 Mei 2026 08:57 WIB
Gubernur Jawa TImur, Khofifah Indar Parawansa bersama penerima bansos di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Gubernur Jawa TImur, Khofifah Indar Parawansa bersama penerima bansos di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp10,4 miliar kepada masyarakat Kabupaten Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Penyaluran dilakukan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber, meliputi Dinsos Jatim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim, BUMD Jatim, serta Bantuan Keuangan (BK) Desa.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

“Total bansos yang disalurkan mencapai Rp10,4 miliar. Tulungagung menjadi salah satu daerah penerima bansos terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut Restu merinci, bantuan dari Dinsos Provinsi Jatim sebesar Rp4,3 miliar, DPMD Jatim Rp939 juta, BUMD Jatim Rp25 juta, serta BK Desa sebesar Rp5,1 miliar.

Restu menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak memengaruhi jumlah maupun penerima bansos.

“Meski ada efisiensi, tidak ada perubahan pada besaran maupun jumlah penerima bantuan,” tegasnya.

Terdapat perbedaan mekanisme penyaluran pada beberapa program bansos. Untuk bantuan KIP Jawara dan penanganan kemiskinan ekstrem disalurkan satu kali dalam setahun. Sementara itu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan bantuan bagi penyandang disabilitas disalurkan dalam empat tahap setiap tahun.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

“Untuk PKH Plus, setiap tahap penerima mendapatkan Rp500 ribu, sedangkan bantuan disabilitas sebesar Rp600 ribu per tahap,” jelasnya.

Restu menambahkan, pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) turut berdampak pada perubahan data penerima bansos. Proses verifikasi dilakukan secara berkala oleh pemerintah daerah.

“Pendataan dilakukan oleh dinsos daerah, sedangkan penetapan desil ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” paparnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan kategori penerima agar melapor ke dinsos setempat untuk dilakukan verifikasi ulang.

“Verifikasi bisa dilakukan setiap bulan, sementara penetapan desil dilakukan setiap tiga bulan sekali,” pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.